19.56
| Diposting oleh
Devilx7
|
Ziarah kubur dalam Islam
Merupakan sebuah kebiasaan di masyarakat Indonesia saat bulan
Ramadhan ataupun Idul Fithri berbondong-bondong ziarah kubur (nyekar) yang
seolah-olah perbuatan tersebut pada waktu itu lebih utama padahal pada
hakikatnya ziarah kubur bisa dilakukan kapan saja, karena inti dari ziarah
kubur adalah untuk mengingat mati agar setiap manusia mempersiapkan bekal
dengan amal shalih, jadi bukan kapan dan dimana kita akan mati tapi apa yang
sudah kita persiapkan untuk menghadapi kematian. Sebab jika kematian itu telah
datang maka tidak akan ada yang mampu memajukan atau memundurkannya walau
sesaat pun.
Dalam pandangan Islam, ziarah kubur termasuk ibadah yang pada awalnya diharamkan, yaitu diawal perkembangan Islam. Namun kemudian dianjurkan dalam agama. Pengharaman ziarah kubur sebelumnya disebabkan para shahabat masih baru saja meninggalkan pola kepercayaan jahiliyah, yang salah satu bentuknya seringkali meminta-minta kepada kuburan.
Padahal perbuatan itu termasuk perbuatan syirik yang dosanya tidak
akan diampuni bila terbawa mati dan belum bertaubat. Termasuk kebiasaan mereka
mengkeramatkan kuburan serta melakukan berbagai ritual lainnya yang hukumnya
haram.
Namun ketika para shahabat sudah lebih kuat keimanannya, lebih
dewasa cara berpikirnya serta sudah tidak ingat lagi masa lalunya tentang
ritual aneh-aneh terhadap kuburan, maka Rasulullah shallallâhu
‘alaihi wa âlihi wa sallam pun
membolehkan mereka berziarah kubur.
Berziarah kubur adalah sesuatu hal yang disyariatkan dalam agama
berdasarkan (dengan dalil) hadits-hadits Rasulullah shallallâhu ‘alaihi wa âlihi wa sallam dan
ijma’.
Dalil-dalil dari hadits Rasulullah shallallâhu ‘alaihi wa âlihi wa sallam
tentang disyariatkannya ziarah kubur di antaranya:
Hadits Buraidah bin Al-Hushaib radhiyallâhu ‘anhu dari Rasulullah shallallâhu
‘alaihi wa âlihi wa sallam beliau bersabda,
إِنِّيْ كُنْتُ نَهَيْتُكُمْ عَنْ زِيَارَةِ الْقُبُوْرِ
فَزُوْرُوْهَا
”Sesungguhnya aku pernah melarang kalian untuk menziarahi kubur,
maka (sekarang) ziarahilah kuburan.” Hadits ini
dikeluarkan oleh Imam Muslim (3/65 dan 6/82) dan Imam Abu Dâud (2/72 dan 131)
dengan tambahan lafazh,
فَإِنَّهَا تُذَكِّرُكُمْ الْآخِرَةَ
“Sebab ziarah kubur itu akan mengingatkan pada hari akhirat.”
Dan dari jalan Abu Dâud hadits ini juga diriwayatkan maknanya oleh
Imam Al-Baihaqy (4/77), Imam An-Nasâ`i (1/285-286 dan 2/329-330), dan Imam
Ahmad (5/350, 355-356 dan 361).Anjuran untuk berziarah tersebut tak lepas dari dua tujuan pokok utama dalam berziarah.
Pertama, Sarana untuk mengingat kematian
Anjuran untuk selalu mengingat mati sebenarnya bukan disaat kita sedang berziarah semata, akan tetapi disetiap saat dan disetiap waktu kita dianjurkan untuk senantiasa ingat bahwa kelak cepat atau lambat ajal kita akan datang juga. Akan tetapi dengan berziarah ke makam, tentu hal tersebut seharusnya membuat kita sadar bahwa kita nantinya juga akan dikubur seperti halnya para pendahulu kita yang saat ini sedang dikubur.
Kedua, Untuk mendoakan ahli kubur.
Anjuran untuk berziarah yang kedua ini tentunya kita dibolehkan untuk mendoakan ahli kubur kita. ingat. MEN-doakan. BUKAN MEMINTA doa kepada ahli kubur. barang siapa meminta kepada selain Allah SWT, maka perbuatan tersebut merupakan kesyirikan. Jadi disaat kita berziarah, kita hendaknya mendoakan ahli kubur tersebut kepada Allah SWT.
Demikianlah ulasan singkat tentang dibolehkannya berziarah ke kuburan, artikel ini juga sebagai bantahan bagi sebagian orang yang melarang untuk berziarah, namun juga himbauan bagi mereka yang melampaui batas dalam berziarah, bahwa ziarah itu dibolehkan namun harus sesuai dengan aturan dan tata cara yang diajarkan oleh Rasulullah sallahu'alaihi wasallam.
19.47
| Diposting oleh
Devilx7
|
بِسْــــــمِ اللهِ الرَّحْمَانِ الرَّحِيْم
Berikut beberapa hadits yang berkenaan dengan Larangan Mencuri dan Hukumannya
Firman Allah SWT :
وَ
السَّارِقُ وَ السَّارِقَةُ فَاقْطَعُوْآ اَيْدِيَهُمَا جَزَآءً بِمَا
كَسَبَا نَكَالاً مّنَ اللهِ، وَ اللهُ عَزِيْزٌ حَكِيْمٌ. فَمَنْ تَابَ
مِنْ بَعْدِ ظُلْمِه وَ اَصْلَحَ فَاِنَّ اللهَ يَتُوْبُ عَلَيْهِ، اِنَّ
اللهَ غَفُوْرٌ رَّحِيْمٌ. المائدة:38-39
Laki-laki yang mencuri
dan perempuan yang mencuri, potonglah tangan keduanya (sebagai)
pembalasan bagi apa yang mereka kerjakan dan sebagai siksaan dari Allah.
Dan Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana. Maka barangsiapa bertaubat
(diantara pencuri-pencuri itu) sesudah melakukan kejahatan itu dan
memperbaiki diri, maka sesungguhnya Allah menerima taubatnya.
Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. [QS. Al-Maidah : 38-39]
Hadits-hadits Nabi SAW :
عَنْ
عَائِشَةَ اَنَّ قُرَيْشًا اَهَمَّهُمْ شَأْنُ اْلمَرْاَةِ
اْلمَخْزُوْمِيَّةِ الَّتِيْ سَرَقَتْ فَقَالُوْا مَنْ يُكَلّمُ فِيْهَا
رَسُوْلَ اللهِ ص؟ فَقَالُوْا: وَ مَنْ يَجْتَرِئُ عَلَيْهِ اِلاَّ
اُسَامَةُ حِبُّ رَسُوْلِ اللهِ ص؟ فَكَلَّمَهُ اُسَامَةُ. فَقَالَ
رَسُوْلُ اللهِ ص: اَتَشْفَعُ فِيْ حَدّ مِنْ حُدُوْدِ اللهِ؟ ثُمَّ قَامَ
فَاخْتَطَبَ فَقَالَ: اَيُّهَا النَّاسُ، اِنَّمَا اَهْلَكَ الَّذِيْنَ
قَبْلَكُمْ اَنَّهُمْ كَانُوْا اِذَا سَرَقَ فِيْهِمُ الشَّرِيْفُ
تَرَكُوْهُ، وَ اِذَا سَرَقَ فِيْهِمُ الضَّعِيْفُ اَقَامُوْا عَلَيْهِ
اْلحَدَّ. وَاَيْمُ اللهِ، لَوْ اَنَّ فَاطِمَةَ بِنْتَ مُحَمَّدٍ سَرَقَتْ
لَقَطَعْتُ يَدَهَا. مسلم 3: 1315
Dari
‘Aisyah, ia berkata : Sesungguhnya orang-orang Quraisy disibukkan oleh
kejadian seorang wanita Makhzumiyah yang mencuri. Mereka berkata, “Siapa
orang yang berani menyampaikan masalah itu kepada Rasulullah SAW (agar
mendapat keringanan hukuman )”. Lalu diantara mereka ada yang berkata,
“Siapa lagi yang berani menyampaikan hal itu kepada beliau kecuali
Usamah kecintaan Rasulullah SAW?”. Lalu Usamah menyampaikan hal itu
kepada beliau. Maka Rasulullah SAW bersabda kepada Usamah, “Apakah kamu
akan membela orang yang melanggar hukum dari hukum-hukum Allah?”.
Kemudian beliau berdiri dan berkhutbah. Beliau bersabda, “Hai para
manusia, sesungguhnya yang menyebabkan hancurnya orang-orang sebelum
kalian bahwasanya mereka itu apabila orang terhormat di kalangan mereka
yang mencuri, mereka membiarkannya, tetapi jika orang lemah diantara
mereka yang mencuri, mereka menghukumnya”Demi Allah, seandainya Fathimah
bint Muhammad mencuri, pasti aku potong tangannya”. [HR. Muslim juz 3,
hal. 1315].
عَنْ
عَائِشَةَ قَالَتْ اسْتَعَارَتِ امْرَأَةٌ عَلَى اَلْسِنَةِ اُنَاسٍ
يُعْرَفُوْنَ وَ هِيَ لاَ تُعْرَفُ حُلِيًّا فَبَاعَتْهُ وَ اَخَذَتْ
ثَمَنَهُ فَاُتِيَ بِهَا رَسُوْلُ اللهِ ص فَسَعَى اَهْلُهَا اِلَى
اُسَامَةَ بْنِ زَيْدٍ، فَكَلَّمَ رَسُوْلَ اللهِ ص فِيْهَا، فَتَلَوَّنَ
وَجْهُ رَسُوْلِ اللهِ ص وَ هُوَ يُكَلّمُهُ ثُمَّ قَالَ لَهُ رَسُوْلُ
اللهِ ص: اَتَشْفَعُ اِلَيَّ فِيْ حَدّ مِنْ حُدُوْدِ اللهِ؟ فَقَالَ
اُسَامَةُ اسْتَغْفِرْ لِيْ يَا رَسُوْلَ اللهِ. ثُمَّ قَامَ رَسُوْلُ
اللهِ ص عَشِيَّتَئِذٍ فَاَثْنَى عَلَى اللهِ عَزَّ وَ جَلَّ بِمَا هُوَ
اَهْلُهُ ثُمَّ قَالَ: اَمَّا بَعْدُ، فَاِنَّمَا هَلَكَ النَّاسُ
قَبْلَكُمْ اَنَّهُمْ كَانُوْا اِذَا سَرَقَ الشَّرِيْفُ فِيْهِمْ
تَرَكُوْهُ، وَ اِذَا سَرَقَ الضَّعِيْفُ فِيْهِمْ اَقَامُوْا عَلَيْهِ
اْلحَدّ.َ وَ الَّذِيْ نَفْسُ مُحَمَّدٍ بِيَدِهِ، لَوْ اَنَّ فَاطِمَةَ
بِنْتَ مُحَمَّدٍ سَرَقَتْ لَقَطَعْتُ يَدَهَا. ثُمَّ قَطَعَ تِلْكَ
اْلمَرْأَةَ. النسائى 8: 73
Dari
‘Aisyah, ia berkata : Ada seorang wanita Makhzumiyah yang meminjam
perhiasan dengan perantaraan orang-orang yang dikenal, sedang ia tidak
dikenal. Tetapi kemudian ia menjual perhiasan tersebut dan mengambil
hasil penjualan tersebut. Kemudian ia dihadapkan kepada Rasulullah SAW,
maka keluarganya meminta Usamah bin Zaid (agar memintakan keringanan
kepada beliau). Setelah Usamah menyampaikan hal itu kepada Rasulullah
SAW, maka wajah Rasulullah SAW memerah, lalu beliau bersabda kepada
Usamah, “Apakah kamu akan minta tolong kepadaku untuk pelanggar hukum
dari hukum-hukum Allah?”. Usamah berkata,“Mohonkanlah ampunan untukku,
ya Rasulullah”. Kemudian pada sore itu beliau berdiri dan berkhutbah.
Setelah beliau memanjatkan puji syukur kepada Allah‘Azza wa Jalla,
kemudian beliau bersabda, “Ammaa ba’du, sesungguhnya hancurnya
orang-orang sebelum kalian, disebabkan mereka itu bila yang mencuri dari
orang yang terhormat di kalangan mereka, maka mereka membiarkannya,
tetapi bila yang mencuri itu dari orang yang lemah diantara mereka, maka
mereka melaksanakan hukuman atasnya. Demi Allah yang jiwa Muhammad
berada di tangan-Nya, seandainya Fathimah binti Muhammad mencuri,
niscaya aku potong tangannya”. Kemudian beliau memotong tangan wanita
itu”. [HR. Nasaiy juz 8, hal. 73]
عَنْ
اَبِى اُمَيَّةَ اْلمَخْزُوْمِيّ اَنَّ النَّبِيَّ ص اُتِيَ بِلِصٍ قَدِ
اعْتَرَفَ اِعْتِرَافًا وَ لَمْ يُوْجَدْ مَعَهُ مَتَاعٌ، فَقَالَ رَسُوْلُ
اللهِ ص: مَا اِخَالُكَ سَرَقْتَ ؟ قَالَ: بَلَى. فَاَعَادَ عَلَيْهِ
مَرَّتَيْنِ اَوْ ثَلاَثًا، فَاُمِرَ بِهِ فَقُطِعَ وَ جِيْءَ بِهِ،
فَقَالَ: اِسْتَغْفِرِ اللهَ وَ تُبْ اِلَيْهِ. فَقَالَ: اَسْتَغْفِرُ
اللهَ وَ اَتُوْبُ اِلَيْهِ. فَقَالَ: اَللّهُمَّ تُبْ عَلَيْهِ ثَلاَثًا.
ابو داود 4: 134، رقم: 4380
Dari
Abu Umayyah Al-Makhzumiy, ia berkata : Sesungguhnya telah dihadapkan
kepada Nabi SAW seorang pencuri yang telah mengakui perbuatannya,
sedangkan barangnya sudah tidak ada, maka Rasulullah SAW bersabda, “Aku
tidak menyangka kamu telah mencuri”. Ia berkata, “Betul, (saya telah
mencuri, ya Rasulullah)”. Dia mengulangi pengakuannya itu dua atau tiga
kali. Kemudian beliau memerintahkan (supaya orang itu dipotong
tangannya), lalu orang itu pun dipotong tangannya. Kemudian orang itu
dihadapkan lagi pada beliau, maka beliau bersabda, “Mohon ampunlah
kepada Allah dan bertaubatlah kepada-Nya”. Ia berkata,“Saya mohon ampun
kepada Allah dan bertaubat kepada-Nya”. Lalu beliau berdoa, “Ya Allah,
terimalah taubatnya”. Beliau mengulangi doanya itu hingga tiga kali.
[HR. Abu Dawud juz 4, hal. 134, no. 4380].
عَنْ
اَبِى هُرَيْرَةَ اَنَّ رَسُوْلَ اللهِ ص اُتِيَ بِسَارِقٍ قَدْ سَرَقَ
شَمْلَةً فَقَالُوْا: يَا رَسُوْلَ اللهِ، اِنَّ هذَا قَدْ سَرَقَ. فَقَالَ
رَسُوْلُ اللهِ ص: اِذْهَبُوْا بِهِ فَاقْطَعُوْهُ ثُمَّ احْسِمُوْهُ
ثُمَّ ائْتُوْنِى بِهِ، فَقُطِعَ فَاُتِيَ بِهِ. فَقَالَ: تُبْ اِلَى
اللهِ. فَقَالَ: قَدْ تُبْتُ اِلَى اللهِ. قَالَ: تَابَ اللهُ عَلَيْكَ.
الدارقطنى 3: 102، رقم: 71
Dari
Abu Hurairah, bahwasanya pernah dihadapkan kepada Rasulullah SAW
seorang pencuri yang mencuri jubah, lalu mereka (para shahabat) berkata,
“Ya Rasulullah, sesungguhnya orang ini telah mencuri”. Maka Rasulullah
SAW bersabda, “(Jika begitu) bawalah dia pergi, dan potonglah tangannya,
lalu obatilah dia, setelah itu bawalah dia kemari”. Kemudian ia
dipotong (tangannya), lalu dibawa kepada Rasulullah SAW. Maka Rasulullah
SAW bersabda, “Bertaubatlah kamu kepada Allah”. Pencuri itupun lalu
menyatakan, “Sungguh aku telah bertaubat kepada Allah”. Lalu Rasulullah
SAW berdoa, “Semoga Allah menerima taubatmu”. [HR Daruquthni juz 3, hal.
102, no. 71]
Besarnya nilai barang curian yang menyebabkan potong tangan
عَنْ عَائِشَةَ عَنْ رَسُوْلِ اللهِ ص قَالَ: لاَ تُقْطَعُ يَدُ السَّارِقِ اِلاَّ فِى رُبُعِ دِيْنَارٍ فَصَاعِدًا. مسلم 3: 1312
Dari ‘Aisyah, dari Rasulullah SAW, beliau bersabda, “Tidak dipotong tangan pencuri kecuali pada pencurian senilai seperempat dinar atau lebih”. [HR. Muslim juz 3, hal. 1312]
عَنِ ابْنِ عُمَرَ اَنَّ رَسُوْلَ اللهِ ص قَطَعَ سَارِقًا فِى مِجَنّ ثَمَنُهُ ثَلاَثَةُ دَرَاهِمَ. مسلم 3: 1313
Dari
Ibnu ‘Umar, bahwasanya Rasulullah SAW memotong tangan pencuri perisai
yang harganya tiga dirham. [HR. Muslim juz 3, hal. 1313]
Keterangan :
Tiga dirham pada waktu itu sama dengan seperempat dinar, jadi satu dinar sama dengan dua belas dirham”.
عَنْ رَافِعِ بْنِ خَدِيْجٍ قَالَ: سَمِعْتُ رَسُوْلَ اللهِ ص يَقُوْلُ: لاَ قَطْعَ فِى ثَمَرٍ وَ لاَ كَثَرٍ. النسائى 8: 86
Dari
Rafi’ bin Khadij, ia berkata : Saya mendengar Rasulullah SAW bersabda,
“Tidak ada hukuman potong tangan dalam pencurian buah dan mayang pohon
kurma”. [HR. Nasaiy juz 8, hal. 86]
عَنْ
عَمْرِو بْنِ شُعَيْبٍ عَنْ اَبِيْهِ عَنْ جَدّهِ عَبْدِ اللهِ بْنِ
عَمْرٍو عَنْ رَسُوْلِ اللهِ ص اَنَّهُ سُئِلَ عَنْ الثَّمَرِ اْلمُعَلَّقِ
فَقَالَ: مَا اَصَابَ مِنْ ذِيْ حَاجَةٍ غَيْرَ مُتَّخِذٍ خُبْنَةً فَلاَ
شَيْءَ عَلَيْهِ. وَ مَنْ خَرَجَ بِشَيْءٍ مِنْهُ فَعَلَيْهِ غَرَامَةُ
مِثْلَيْهِ وَ اْلعُقُوْبَةُ. وَ مَنْ سَرَقَ شَيْئًا مِنْهُ بَعْدَ اَنْ
يُؤْوِيَهُ اْلجَرِيْنُ فَبَلَغَ ثَمَنَ اْلمِجَنّ فَعَلَيْهِ اْلقَطْعُ.
وَ مَنْ سَرَقَ دُوْنَ ذلِكَ فَعَلَيْهِ غَرَامَةُ مِثْلَيْهِ وَ
اْلعُقُوْبَةُ. النسائى 8: 85
Dari
‘Amr bin Syu’aib, dari ayahnya, dari kakeknya yakni ‘Abdullah bin ‘Amr,
dari Rasulullah SAW, bahwasanya beliau pernah ditanya tentang buah yang
dicuri ketika masih di pohon, beliau bersabda, “Bila seseorang mencuri
buah karena terpaksa, maka ia tidak dikenakan hukuman apapun,
selagi ia tidak membawanya pulang. Tetapi barangsiapa yang membawa
pulang, maka ia dikenakan denda dua kali lipat dari harga barang yang
dicurinya, dan diberi hukuman sebagai peringatan. Dan barangsiapa yang
mencuri buah yang telah berada di tempat penjemuran, sedangkan buah yang
dicuri itu harganya mencapai harga sebuah perisai, maka tangannya harus
dipotong. Tetapi barangsiapa yang mencurinya kurang dari itu, maka ia
dikenakan denda dua kali lipat dan harus diberi hukuman sebagai peringatan”. [HR. Nasaiy juz 8, hal. 85]
عَنْ
عَمْرَةَ بِنْتِ عَبْدِ الرَّحْمنِ اَنَّ سَارِقًا سَرَقَ فِى زَمَانِ
عُثْمَانَ اُتْرُجَّةً، فَاَمَرَ بِهَا عُثْمَانُ بْنُ عَفَّانَ اَنْ
تُقَوَّمَ فَقُوّمَتْ بِثَلاَثَةِ دَرَاهِمَ مِنْ صَرْفِ اثْنَى عَشَرَ
بِدِيْنَارٍ فَقَطَعَ عُثْمَانُ يَدَهُ. مالك فى الموطأ 2: 832، رقم: 23
Dari
‘Amrah binti ‘Abdurrahman, ia berkata, “Sesungguhnya ada seorang
pencuri mencuri buah jeruk di zaman pemerintahan ‘Utsman (bin ‘Affan).
Lalu oleh‘Utsman bin ‘Affan diperintahkan supaya dinilai, maka buah
tersebut dinilai seharga tiga dirham dengan kurs 12 dirham sama dengan
satu dinar. Kemudian ‘Utsman memotong tangan pencuri itu”. [HR. Malik,
dalam Muwaththa’ juz 2, hal. 832, no. 23]
Apabila pencuri telah dimaafkan sebelum sampai pada hakim, maka hukuman tidak dilaksanakan.
عَنْ
عَمْرِو بْنِ شُعَيْبٍ عَنْ اَبِيْهِ عَنْ جَدّهِ عَنْ النَّبِيّ ص قَالَ:
تَعَافَوُا اْلحُدُوْدَ قَبْلَ اَنْ تَأْتُوْنِيْ بِهِ. فَمَا اَتَانِيْ
مِنْ حَدّ فَقَدْ وَجَبَ. النسائى 8: 70
Dari
‘Amr bin Syu’aib dari ayahnya, dari kakeknya dari Nabi SAW, beliau
bersabda, “Ma’afkanlah hukuman, sebelum kalian membawa perkara itu ke
hadapanku. Tetapi kalau perkara itu sudah sampai di hadapanku, maka
hukum pasti dilaksanakan”. [HR. Nasaiy juz 8, hal. 70]
عَنْ
عَبْدِ اللهِ بْنِ عَمْرِو بْنِ اْلعَاصِ اَنَّ رَسُوْلَ اللهِ ص قَالَ:
تَعَافَوُا اْلحُدُوْدَ فِيْمَا بَيْنَكُمْ. فَمَا بَلَغَنِى مِنْ حَدّ
فَقَدْ وَجَبَ. ابو داود 4: 133، رقم: 4376
Dari
‘Abdullah bin ‘Amr bin Al-‘Ash, sesungguhnya Rasulullah SAW bersabda,
“Saling memaafkanlah kalian tentang masalah hukuman yang terjadi
diantara kalian. Tetapi kalau perkara itu telah sampai kepadaku, maka
hukum pasti dilaksanakan”. [HR. Abu Dawud juz 4, hal. 133, no. 4376]
عَنِ
اْلاَوْزَاعِيّ قَالَ حَدَّثَنِيْ عَطَاءُ بْنُ اَبِي رَبَاحٍ اَنَّ
رَجُلاً سَرَقَ ثَوْبًا، فَاُتِيَ بِهِ رَسُوْلُ اللهِ ص فَاَمَرَ
بِقَطْعِهِ. فَقَالَ الرَّجُلُ: يَا رَسُوْلَ اللهِ، هُوَلَهُ.قَالَ:
فَهَلاَّ قَبْلَ اْلآنَ. النسائى 8: 68
Dari Al-Auza’iy, ia berkata, ‘Atha’ bin Abu Rabah menceritakan kepadaku bahwasanya ada seorang yang mencuri
sebuah baju, maka ia dihadapkan kepada Rasulullah SAW. Lalu Rasulullah
SAW menyuruh supaya tangan pencuri itu dipotong, maka. orang yang dicuri
bajunya itu berkata, “Ya Rasulullah, sekarang baju itu aku relakan
untuknya (dan aku telah memaafkannya)”. Beliau bersabda, “Mengapa kamu
tidak memaafkannya sebelum kamu menghadapkannya kepadaku?”. [HR. Nasaiy
juz 8, hal. 68]
10.46
| Diposting oleh
Devilx7
|
Berikut ini adalah sebagian
hadits-hadits pilihan yang terkait dengan bulan Ramadhan, sebagai inspirasi
bagi kita untuk mengoptimalkan bulan Ramadhan yang sebentar lagi bertamu ke
rumah kita. Tentu tidak semua keutamaan itu ada dalam tulisan ini, namun anggaplah
sebagai pelepas dahaga ditengah perjalanan.
Diantara hadits-hadits tentang
keutamaan bulan Ramadhan adalah :
1.
عن أبي هريرة أَن َرسولَ
الله صلى الله عليه وسلم قَالَ: "إِذا
جَاءَ رَمَضَانُ فُتِّحَتْ أَبْوَابُ الجَنَّةِ، وَغُلِّقَتْ أَبْوابُ النَّارِ،
وَصُفِّدَتْ الشَّياطينُ". أخرجه مسلمٌ
Dari Abu Hurairah Radhiyallahu Anhu, bahwasanya Rasulullah Shalallahu Alaihi wa Sallam bersabda: “ Apabila datang bulan Ramadhan, dibukalah pintu-pintu Surga, ditutuplah pintu-pintu Neraka dan Syetan-Syetan dibelenggu. ( HR. Muslim )
2.
عن أبي هريرة
قالَ: كَانَ رسولُ اللهِ صلي الله عليه وسلم يُبَشِّرُ أصْحَابَةُ يقولُ:
"قَدْ جَاءَكُمْ شَهْرُ رَمَضانَ شَهْرٌ مُبَارَكٌ فَرَضَ اللهُ عليكم
صِيَامَهُ، تُفَتَّحُ فيه أبوابُ الجَنَّةِ وَتغلَّقُ فيه أبوابُ النَّارِ، فيه
لَيْلَةُ خَيْرٌ من ألفِ شَهْرٍ، مَن حُرِمَ خَيْرَها فقد حُرِمَ". وهذا لَفْظُ
حماد بن زيد. أخرجه النسائيُّ
Dari
Abu Hurairah berkata: Rasulullah Shalallahu Alaihi wa Sallam bersabda: “Telah
datang bulan Ramadhan, bulan penuh berkah, telah diwajibkan atas kalian
berpuasa, dibukakan pintu-pintu Surga, ditutup pintu-pintu Neraka. Didalam bulan
itu ada satu malam yang lebih baik dari seribu bulan, barangsiapa yang
terhalang dari kebaikannya sungguh ia rugi.” (HR. Nasai, Lafadz Hammad bin Zaid)
3.
عن أبي هريرة؛
عن النبي صلى الله عليه وسلم: ((من صام
رمضان إيماناً واحتساباً، غفر له ما تقدم من
ذنبه، ومن قام ليلة القدر إيماناً واحتساباً، غفر له ما تقدم من ذنبه)) متفق على صحته
“Dari Abu Hurairah, dari Nabi Shalallahu
Alaihi wa Sallam: “ Barangsiapa yang berpuasa Ramadhan dengan iman dan ihtisaban
( mengharap balasan dari Allah ) akan diampuni dosa-dosanya yang telah lalu,
barangsiapa yang shalat pada malam lailatul qadr dengan iman dan mengharap
balasan dari Allah akan diampuni dosa-dosanya yang telah lalu. ( Mutafaqun
Alaih )
4.
عَنْ سَهْلِ
بْنِ سَعْدٍ رضي الله عنه عَنِ النَّبِيِّ صلى الله عليه وسلم قَالَ: فِي
الْجَنَّةِ ثَمَانِيَةُ أَبْوَابٍ، فِيهَا بَابٌ يُسَمَّى الرَّيَّانَ، لاَ
يَدْخُلُهُ إِلاَّ الصَّائِمُونَ_ رواه البخاري
Dari
Sahl bin Said Radhiyallahu Anhu dari Nabi Shalallahu Alaihi wa Sallam bersabda:
“Surga ada delapan pintu, di dalamnya ada pintu yang dinamakan Ar Rayyan, tidak
akan masuk dari pintu tersebut melainkan orang-orang yang berpuasa.” ( HR.
Bukhari )
5.
عن أبي أيوب
رضى الله عنه أن رسول الله صلى الله عليه وسلم قال : " من صام رمضان ثم أتبعه
ستاً من شوال كان كصيام الدهر" رواه مسلم
Dari
Abu Ayyub Radhiyallahu Anhu bahwasanya Rasulullah Shalallahu Alaihi wa Sallam
bersabda: “ Barangsiapa yang berpuasa Ramadhan kemudian diikuti dengan puasa
enam hari di bulan Syawal, ia seperti berpuasa setahun ( HR. Muslim )
6.
عن عبد الله بن عباس رضي الله عنهما، قال: "كان رسول الله
صلى الله عليه وسلم أجود الناس، وكان أجود ما يكون في رمضان حين يلقاه جبريل، وكان
يلقاه في كل ليلة من رمضان، فيدارسه القرآن، فلرسول الله صلى الله عليه وسلم أجود
بالخير من الريح المرسلة"، رواه البخاري
.
Dari Abdullah bin Abbas Radhiyallahu
Anhuma, berkata: “Rasulullah adalah manusia paling pemurah, dan Beliau lebih
pemurah lagi pada bulan Ramadhan, Jibril menemui Beliau setiap malam untuk
membacakan Al Qur’an, Rasulullah lebih pemurah dari angin yang berhembus.” (
HR. Bukhari ).
7.
عن أبي أمامة رضي
الله عنه قال: أتيت رسول الله صلى الله عليه وسلم فقلت: مرني بأمر آخذه عنك،
فقال: (عليك بالصوم، فإنه لا مثل له) رواه النسائي.
Dari Abu Umamah
Radhiyallahu Anhu, Aku menemui Rasulullah Shalallahu Alaihi wa Sallam lalu aku
berkata: “ Perintahkan kepadaku yang bisa aku ambil dari Engkau, beliau berkata:
“ Hendaklah kamu berpuasa, karena puasa tidak ada yang menyamainya.” ( HR. Nasa’i
)
8.
عن أبي هريرة رضي
الله عنه أن رسول الله صلى الله عليه وسلم قال: (قال الله عزوجل: كل عمل بن آدم له
إلا الصيام؛ فإنه لي وأنا أجزي به، والصيام جنّة، وإذا كان يوم صوم أحدكم فلا
يرفث، ولا يصخب، فإن سابّه أحد أو قاتله فليقل: إني امرؤ صائم، والذي نفس محمد
بيده لخلوف فم الصائم أطيب عند الله من ريح المسك، للصائم فرحتان يفرحهما: إذا أفطر
فرح، وإذا لقي ربه فرح بصومه) رواه البخاري ومسلم.
Dari Abu
Hurairah Radhiyallahu Anhu, bahwasanya Rasulullah Shalallahu Alaihi wa Sallam
bersabda: ( Allah Azza wa Jalla berfirman : “ Setiap amal anak Adam
adalah baginya kecuali puasa, sesungguhnya ia untuk –Ku, Aku yang akan
membalasnya. Puasa adalah perisai, jika kalian sedang berpuasa janganlah
berkata kotor atau menghardik. Apabila seseorang mengumpat atau memusuhinya, katakana:
“Aku sedang berpuasa.” Demi Dzat yang jiwa Muhammad ditangan-Nya, bau mulut
orang yang berpuasa lebih harum disisi Allah dari pada minyank wangi, bagi
orang yang berpuasa ada dua kebahagiaan, ketika berbuka puasa ia bergembira dan
ketika bertemu Rabbnya ia gembira dengan pahala puasanya. ( HR. Bukhari Muslim
)
9.
عن حذيفة بن
اليمان رضي الله عنه قال: قال رسول الله صلى الله عليه وسلم: (فتنة الرجل في أهله
وماله وولده وجاره، تكّفرها الصلاة، والصوم، والصدقة، والأمر والنهي) متفق عليه.
Dari Hudzifah
bin Al Yaman Radhiyallahu Anhu, berkata: “Bersabda Rasulullah Shalallahu Alaihi
wa Sallam:” Fitnah ( cobaan ) seseorang
dalam keluarga, harta, anak dan tetangga dihapuskan oleh shalat, puasa, sadaqah
dan amar ma’ruf nahi munkar.” ( Mutafaq Alaih ).
10.
عن عثمان بن
عفان رضي الله عنه، قال: سمعت رسول الله صلى الله عليه وسلم يقول: (الصيام جُنّة
من النار، كجنّة أحدكم من القتال) رواه ابن ماجه.
Dari Utsman
bin Affan Radhiyallahu Anhu berkata: “ Aku mendengar Rasulullah Shalallahu
Alaihi wa Sallam bersabda: “ Puasa adalah perisai, ibarat perisai kalian dalam perang.(
HR. Ibnu Majah )
11.
عن أبي
هريرة رضي الله عنه أن النبي صلى الله عليه وسلم قال: (الصيام جنّة وحصن حصين
من النار) رواه أحمد.
Dari Abu
Hurairah Radhiyallahu Anhu, bahwasanya Rasulullah Shalallahu Alaihi wa Sallam
bersabda:” Puasa adalah benteng yang menjada dariapi Neraka.( HR. Ibnu Majah )
12.
عن أبي سعيد
الخدري رضي الله عنه قال: سمعت رسول الله صلى الله عليه وسلم يقول: (من صام
يوماً في سبيل الله، باعد الله وجهه عن النار سبعين خريفاً) متفق عليه.
Dari Abu Said
Al Khudri Radhiyallahu Anhu berkata, Aku mendengar Rasulullah Shalallahu Alaihi
wa Sallam bersabda: “Barangsiapa yang berpuasa sehari di jalan Allah, Dia akan
menjauhkan wajahnya dari api neraka sejauh 70 musim.” ( Mutafaq Alaih )
13.
عن علي بن أبي
طالب رضي الله عنه قال: قال رسول الله صلى الله عليه وسلم: (إن في الجنة غرفاً
تُرى ظهورها من بطونها، وبطونها من ظهورها)، فقام أعرابي فقال: لمن هي يا رسول
الله؟ قال: (لمن أطاب الكلام، وأطعم الطعام، وأدام الصيام، وصلى لله بالليل والناس
نيام) رواه الترمذي.
Dari Ali bin
Abi Thalib Radhiyallahu Anhu berkata, Rasulullah Shalallahu Alaihi wa Sallam
bersabda:” Sesungguhnya di dalam Surga ada sebuah kamar yang terlihat bagian
luarnya dari dalam dan bagian dalamnya dari luar, lalu seorang Arab Badui
berkata: “Untuk siapakan itu wahai Rasulullah?”. Beliau bersabda: “ Untuk orang
yang perkataannya baik, suka memberi makan, membiasakan puasa dan shalat malam
ketika manusia tidur. ( HR. Tirmidzi )
14.
عن عبد الله
بن عمرو رضي الله عنه أن رسول الله صلى الله عليه وسلم قال: (الصيام والقرآن
يشفعان للعبد يوم القيامة، يقول الصيام: أي رب، منعته الطعام والشهوات بالنهار،
فشفعني فيه، ويقول القرآن: منعته النوم بالليل، فشفعني فيه، فيشفعان) رواه أحمد.
Dari Abdullah
bin Amru Radhiyallahu Anhu bahwasanya Rasulullah Shalallahu Alaihi wa Sallam
bersabda: “Puasa dan Al Qur’an akan memberi syafaat bagi hamba pada hari
kiamat. Puasa berkata: “ Wahai Rabb, ia telah menahan makan dan syahwatnya pada
siang hari karena aku, izinkan aku memberi syafaat kepadanya. Alqur’an berkata:
“ Ia telah terjaga pada malam hari karena aku, izinkan aku memberi syafaat
kepadanya, maka puasa dan shalat memberi syafaat kepadanya. ( HR. Ahmad)
15.
عن أبي هريرة قال:
قال رسول الله صلى الله عليه وسلم: (ثلاث دعوات مستجابات لا شك فيهنّ: دعوة
المظلوم، ودعوة المسافر، ودعوة الوالد على ولده) رواه الترمذي.
Dari Abu Hurairah
berkata, Rasulullah Shalallahu Alaihi wa Sallam bersabda:” Tiga doa yang
dikabulkan tidak diragukan lagi,yaitu doa orang yang didzalimi, doa musafir dan
doa orang tua kepada anaknya. ( HR. Tirmidzi ).
16.
عن عمرو بن
العاص رضي الله عنه أن رسول الله صلى الله عليه وسلم قال: (فصل ما بين صيامنا
وصيام أهل الكتاب أكلة السحر) رواه مسلم.
Dari Amr bin Ash Radhiyallahu Anhu
bahwasanya Rasulullah Shalallahu Alaihi wa Sallam bersabda: “Beda antara puasa
kita dan puasa ahli kitab adalah makan sahur.” ( HR. Muslim )
17.
عن أبي سعيد
الخدري رضي الله عنه قال: قال رسول الله صلى الله عليه وسلم: (السحور أكله بركة؛
فلا تدعوه ولو أن يجرع أحدكم جرعة من ماء؛ فإن الله عز وجل وملائكته يصلون على
المتسحّرين) رواه أحمد وابن حبان.
Dari
Abu Said al Khudri Radhiyallahu Anhu berkata, bersabda Rasulullah Shalallahu
Alaihi wa Sallam: “Makan sahur adalah berkah, jangan kalian tinggalkan meski
hanya dengan seteguk air, sesungguhnya Allah Azza Wa Jalla dan para malaikat
mengucapkan salam kepada orang-orang yang makan sahur.” ( HR. Ahmad dan Ibnu
Hibban ).
10.11
| Diposting oleh
Devilx7
|
Nah sobat para pembaca kali ini saya akan share nii video tengang nabi isa as. Sebenarnya Nabi Isa.as ada di mana sih ? Apakah sudah wafat atau belum ? dan Kapan Nabi Isa.as Muncul ?
nah agar lebih jelas kita tonton aja yuk video berikut ini :
Sumber : Youtube - Khazanah Trans7
10.00
| Diposting oleh
Devilx7
|
Nah kali kini kita akan simak video keterkaitan kakbah dan suatu makhluk asing penghuni alam semesta.
Sumber : Youtube - Khazanah Trans7
09.53
| Diposting oleh
Devilx7
|
Video di bawah ini adalah tanda tanda tentang kemunculan dajal di muka bumi ini
untuk lebih jelasnya tonton videonya di bawah ini :
Nah sudah banyak kan tanda tanda kemuncukan dajal di muka bumi kan, kita seorang muslim harus mampu berupaya meningkatkan tingkat keimanan kita, agar kita senantiasa terhindar dari perbuatan perbuatan yang tidak kita inginkan.
09.42
| Diposting oleh
Devilx7
|
Nah teman teman bagi yang males baca baca aritkel tengang pengetahuan islam mendingan nonton videonya aja lang sung di sini :
Sumber : Youtube - Khazanah Trans7 - Kabar Kiamat dalam Al Qur'an
Langganan:
Postingan
(Atom)
Entri Populer
-
Hay sobat sobat bagi sobat muslim yang ingin hafalan tahlik pendek, kali ini saya share untuk kalian semua, nah langsung aja di baca ya dan...
-
MENGAPA WANITA HARUS BERHIJAB? Pertanyaan ini sangat penting namun jawabannya justru jauh lebih penting. Satu pertanyaan yang membutuhka...
-
Pengertian Al-Qur’an Secara Bahasa Qara’a mempunyai arti : mengumpulkan, atau menghimpun menjadi satu Kata Qur’an n dan Qir...
-
N ah bagi kaum hawa untuk kali ini saya punya postingan yang akan bembuat kalian ter inspirasi.. aamiiiin . . . pada postingan saya ini ad...
Total Tayangan Halaman
Diberdayakan oleh Blogger.


