Ziarah kubur dalam Islam
Merupakan sebuah kebiasaan di masyarakat Indonesia saat bulan Ramadhan ataupun Idul Fithri berbondong-bondong ziarah kubur (nyekar) yang seolah-olah perbuatan tersebut pada waktu itu lebih utama padahal pada hakikatnya ziarah kubur bisa dilakukan kapan saja, karena inti dari ziarah kubur adalah untuk mengingat mati agar setiap manusia mempersiapkan bekal dengan amal shalih, jadi bukan kapan dan dimana kita akan mati tapi apa yang sudah kita persiapkan untuk menghadapi kematian. Sebab jika kematian itu telah datang maka tidak akan ada yang mampu memajukan atau memundurkannya walau sesaat pun.


Dalam pandangan Islam, ziarah kubur termasuk ibadah yang pada awalnya diharamkan, yaitu diawal perkembangan Islam. Namun kemudian dianjurkan dalam agama. Pengharaman ziarah kubur sebelumnya disebabkan para shahabat masih baru saja meninggalkan pola kepercayaan jahiliyah, yang salah satu bentuknya seringkali meminta-minta kepada kuburan.

Padahal perbuatan itu termasuk perbuatan syirik yang dosanya tidak akan diampuni bila terbawa mati dan belum bertaubat. Termasuk kebiasaan mereka mengkeramatkan kuburan serta melakukan berbagai ritual lainnya yang hukumnya haram.
Namun ketika para shahabat sudah lebih kuat keimanannya, lebih dewasa cara berpikirnya serta sudah tidak ingat lagi masa lalunya tentang ritual aneh-aneh terhadap kuburan, maka Rasulullah shallallâhu ‘alaihi wa âlihi wa sallam pun membolehkan mereka berziarah kubur.

Berziarah kubur adalah sesuatu hal yang disyariatkan dalam agama berdasarkan (dengan dalil) hadits-hadits Rasulullah shallallâhu ‘alaihi wa âlihi wa sallam dan ijma’.

Dalil-dalil dari hadits Rasulullah shallallâhu ‘alaihi wa âlihi wa sallam tentang disyariatkannya ziarah kubur di antaranya:

Hadits Buraidah bin Al-Hushaib radhiyallâhu ‘anhu dari Rasulullah shallallâhu ‘alaihi wa âlihi wa sallam beliau bersabda,

إِنِّيْ كُنْتُ نَهَيْتُكُمْ عَنْ زِيَارَةِ الْقُبُوْرِ فَزُوْرُوْهَا
”Sesungguhnya aku pernah melarang kalian untuk menziarahi kubur, maka (sekarang) ziarahilah kuburan.” Hadits ini dikeluarkan oleh Imam Muslim (3/65 dan 6/82) dan Imam Abu Dâud (2/72 dan 131) dengan tambahan lafazh,

فَإِنَّهَا تُذَكِّرُكُمْ الْآخِرَةَ
“Sebab ziarah kubur itu akan mengingatkan pada hari akhirat.”
Dan dari jalan Abu Dâud hadits ini juga diriwayatkan maknanya oleh Imam Al-Baihaqy (4/77), Imam An-Nasâ`i (1/285-286 dan 2/329-330), dan Imam Ahmad (5/350, 355-356 dan 361).

Anjuran untuk berziarah tersebut tak lepas dari dua tujuan pokok utama dalam berziarah.

Pertama, Sarana untuk mengingat kematian

Anjuran untuk selalu mengingat mati sebenarnya bukan disaat kita sedang berziarah semata, akan tetapi disetiap saat dan disetiap waktu kita dianjurkan untuk senantiasa ingat bahwa kelak cepat atau lambat ajal kita akan datang juga. Akan tetapi dengan berziarah ke makam, tentu hal tersebut seharusnya membuat kita sadar bahwa kita nantinya juga akan dikubur seperti halnya para pendahulu kita yang saat ini sedang dikubur.

Kedua, Untuk mendoakan ahli kubur.

Anjuran untuk berziarah yang kedua ini tentunya kita dibolehkan untuk mendoakan ahli kubur kita. ingat. MEN-doakan. BUKAN MEMINTA doa kepada ahli kubur. barang siapa meminta kepada selain Allah SWT, maka perbuatan tersebut merupakan kesyirikan. Jadi disaat kita berziarah, kita hendaknya mendoakan ahli kubur tersebut kepada Allah SWT.

Demikianlah ulasan singkat tentang dibolehkannya berziarah ke kuburan, artikel ini juga sebagai bantahan bagi sebagian orang yang melarang untuk berziarah, namun juga himbauan bagi mereka yang melampaui batas dalam berziarah, bahwa ziarah itu dibolehkan namun harus sesuai dengan aturan dan tata cara yang diajarkan oleh Rasulullah sallahu'alaihi wasallam.












بِسْــــــمِ اللهِ الرَّحْمَانِ الرَّحِيْم

Berikut beberapa hadits yang berkenaan dengan Larangan Mencuri dan Hukumannya
Firman Allah SWT :

وَ السَّارِقُ وَ السَّارِقَةُ فَاقْطَعُوْآ اَيْدِيَهُمَا جَزَآءً بِمَا كَسَبَا نَكَالاً مّنَ اللهِ، وَ اللهُ عَزِيْزٌ حَكِيْمٌ. فَمَنْ تَابَ مِنْ بَعْدِ ظُلْمِه وَ اَصْلَحَ فَاِنَّ اللهَ يَتُوْبُ عَلَيْهِ، اِنَّ اللهَ غَفُوْرٌ رَّحِيْمٌ. المائدة:38-39
Laki-laki yang mencuri dan perempuan yang mencuri, potonglah tangan keduanya (sebagai) pembalasan bagi apa yang mereka kerjakan dan sebagai siksaan dari Allah. Dan Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana. Maka barangsiapa bertaubat (diantara pencuri-pencuri itu) sesudah melakukan kejahatan itu dan memperbaiki diri, maka sesungguhnya Allah menerima taubatnya. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. [QS. Al-Maidah : 38-39]

Hadits-hadits Nabi SAW :

عَنْ عَائِشَةَ اَنَّ قُرَيْشًا اَهَمَّهُمْ شَأْنُ اْلمَرْاَةِ اْلمَخْزُوْمِيَّةِ الَّتِيْ سَرَقَتْ فَقَالُوْا مَنْ يُكَلّمُ فِيْهَا رَسُوْلَ اللهِ ص؟ فَقَالُوْا: وَ مَنْ يَجْتَرِئُ عَلَيْهِ اِلاَّ اُسَامَةُ حِبُّ رَسُوْلِ اللهِ ص؟ فَكَلَّمَهُ اُسَامَةُ. فَقَالَ رَسُوْلُ اللهِ ص: اَتَشْفَعُ فِيْ حَدّ مِنْ حُدُوْدِ اللهِ؟ ثُمَّ قَامَ فَاخْتَطَبَ فَقَالَ: اَيُّهَا النَّاسُ، اِنَّمَا اَهْلَكَ الَّذِيْنَ قَبْلَكُمْ اَنَّهُمْ كَانُوْا اِذَا سَرَقَ فِيْهِمُ الشَّرِيْفُ تَرَكُوْهُ، وَ اِذَا سَرَقَ فِيْهِمُ الضَّعِيْفُ اَقَامُوْا عَلَيْهِ اْلحَدَّ. وَاَيْمُ اللهِ، لَوْ اَنَّ فَاطِمَةَ بِنْتَ مُحَمَّدٍ سَرَقَتْ لَقَطَعْتُ يَدَهَا. مسلم 3: 1315
Dari ‘Aisyah, ia berkata : Sesungguhnya orang-orang Quraisy disibukkan oleh kejadian seorang wanita Makhzumiyah yang mencuri. Mereka berkata, “Siapa orang yang berani menyampaikan masalah itu kepada Rasulullah SAW (agar mendapat keringanan hukuman )”. Lalu diantara mereka ada yang berkata, “Siapa lagi yang berani menyampaikan hal itu kepada beliau kecuali Usamah kecintaan Rasulullah SAW?”. Lalu Usamah menyampaikan hal itu kepada beliau. Maka Rasulullah SAW bersabda kepada Usamah, “Apakah kamu akan membela orang yang melanggar hukum dari hukum-hukum Allah?”. Kemudian beliau berdiri dan berkhutbah. Beliau bersabda, “Hai para manusia, sesungguhnya yang menyebabkan hancurnya orang-orang sebelum kalian bahwasanya mereka itu apabila orang terhormat di kalangan mereka yang mencuri, mereka membiarkannya, tetapi jika orang lemah diantara mereka yang mencuri, mereka menghukumnya”Demi Allah, seandainya Fathimah bint Muhammad mencuri, pasti aku potong tangannya”. [HR. Muslim juz 3, hal. 1315].

عَنْ عَائِشَةَ قَالَتْ اسْتَعَارَتِ امْرَأَةٌ عَلَى اَلْسِنَةِ اُنَاسٍ يُعْرَفُوْنَ وَ هِيَ لاَ تُعْرَفُ حُلِيًّا فَبَاعَتْهُ وَ اَخَذَتْ ثَمَنَهُ فَاُتِيَ بِهَا رَسُوْلُ اللهِ ص فَسَعَى اَهْلُهَا اِلَى اُسَامَةَ بْنِ زَيْدٍ، فَكَلَّمَ رَسُوْلَ اللهِ ص فِيْهَا، فَتَلَوَّنَ وَجْهُ رَسُوْلِ اللهِ ص وَ هُوَ يُكَلّمُهُ ثُمَّ قَالَ لَهُ رَسُوْلُ اللهِ ص: اَتَشْفَعُ اِلَيَّ فِيْ حَدّ مِنْ حُدُوْدِ اللهِ؟ فَقَالَ اُسَامَةُ اسْتَغْفِرْ لِيْ يَا رَسُوْلَ اللهِ. ثُمَّ قَامَ رَسُوْلُ اللهِ ص عَشِيَّتَئِذٍ فَاَثْنَى عَلَى اللهِ عَزَّ وَ جَلَّ بِمَا هُوَ اَهْلُهُ ثُمَّ قَالَ: اَمَّا بَعْدُ، فَاِنَّمَا هَلَكَ النَّاسُ قَبْلَكُمْ اَنَّهُمْ كَانُوْا اِذَا سَرَقَ الشَّرِيْفُ فِيْهِمْ تَرَكُوْهُ، وَ اِذَا سَرَقَ الضَّعِيْفُ فِيْهِمْ اَقَامُوْا عَلَيْهِ اْلحَدّ.َ وَ الَّذِيْ نَفْسُ مُحَمَّدٍ بِيَدِهِ، لَوْ اَنَّ فَاطِمَةَ بِنْتَ مُحَمَّدٍ سَرَقَتْ لَقَطَعْتُ يَدَهَا. ثُمَّ قَطَعَ تِلْكَ اْلمَرْأَةَ. النسائى 8: 73
Dari ‘Aisyah, ia berkata : Ada seorang wanita Makhzumiyah yang meminjam perhiasan dengan perantaraan orang-orang yang dikenal, sedang ia tidak dikenal. Tetapi kemudian ia menjual perhiasan tersebut dan mengambil hasil penjualan tersebut. Kemudian ia dihadapkan kepada Rasulullah SAW, maka keluarganya meminta Usamah bin Zaid (agar memintakan keringanan kepada beliau). Setelah Usamah menyampaikan hal itu kepada Rasulullah SAW, maka wajah Rasulullah SAW memerah, lalu beliau bersabda kepada Usamah, “Apakah kamu akan minta tolong kepadaku untuk pelanggar hukum dari hukum-hukum Allah?”. Usamah berkata,“Mohonkanlah ampunan untukku, ya Rasulullah”. Kemudian pada sore itu beliau berdiri dan berkhutbah. Setelah beliau memanjatkan puji syukur kepada Allah‘Azza wa Jalla, kemudian beliau bersabda, “Ammaa ba’du, sesungguhnya hancurnya orang-orang sebelum kalian, disebabkan mereka itu bila yang mencuri dari orang yang terhormat di kalangan mereka, maka mereka membiarkannya, tetapi bila yang mencuri itu dari orang yang lemah diantara mereka, maka mereka melaksanakan hukuman atasnya. Demi Allah yang jiwa Muhammad berada di tangan-Nya, seandainya Fathimah binti Muhammad mencuri, niscaya aku potong tangannya”. Kemudian beliau memotong tangan wanita itu”. [HR. Nasaiy juz 8, hal. 73]


عَنْ اَبِى اُمَيَّةَ اْلمَخْزُوْمِيّ اَنَّ النَّبِيَّ ص اُتِيَ بِلِصٍ قَدِ اعْتَرَفَ اِعْتِرَافًا وَ لَمْ يُوْجَدْ مَعَهُ مَتَاعٌ، فَقَالَ رَسُوْلُ اللهِ ص: مَا اِخَالُكَ سَرَقْتَ ؟ قَالَ: بَلَى. فَاَعَادَ عَلَيْهِ مَرَّتَيْنِ اَوْ ثَلاَثًا، فَاُمِرَ بِهِ فَقُطِعَ وَ جِيْءَ بِهِ، فَقَالَ: اِسْتَغْفِرِ اللهَ وَ تُبْ اِلَيْهِ. فَقَالَ: اَسْتَغْفِرُ اللهَ وَ اَتُوْبُ اِلَيْهِ. فَقَالَ: اَللّهُمَّ تُبْ عَلَيْهِ ثَلاَثًا. ابو داود 4: 134، رقم: 4380
Dari Abu Umayyah Al-Makhzumiy, ia berkata : Sesungguhnya telah dihadapkan kepada Nabi SAW seorang pencuri yang telah mengakui perbuatannya, sedangkan barangnya sudah tidak ada, maka Rasulullah SAW bersabda, “Aku tidak menyangka kamu telah mencuri”. Ia berkata, “Betul, (saya telah mencuri, ya Rasulullah)”. Dia mengulangi pengakuannya itu dua atau tiga kali. Kemudian beliau memerintahkan (supaya orang itu dipotong tangannya), lalu orang itu pun dipotong tangannya. Kemudian orang itu dihadapkan lagi pada beliau, maka beliau bersabda, “Mohon ampunlah kepada Allah dan bertaubatlah kepada-Nya”. Ia berkata,“Saya mohon ampun kepada Allah dan bertaubat kepada-Nya”. Lalu beliau berdoa, “Ya Allah, terimalah taubatnya”. Beliau mengulangi doanya itu hingga tiga kali. [HR. Abu Dawud juz 4, hal. 134, no. 4380].

عَنْ اَبِى هُرَيْرَةَ اَنَّ رَسُوْلَ اللهِ ص اُتِيَ بِسَارِقٍ قَدْ سَرَقَ شَمْلَةً فَقَالُوْا: يَا رَسُوْلَ اللهِ، اِنَّ هذَا قَدْ سَرَقَ. فَقَالَ رَسُوْلُ اللهِ ص: اِذْهَبُوْا بِهِ فَاقْطَعُوْهُ ثُمَّ احْسِمُوْهُ ثُمَّ ائْتُوْنِى بِهِ، فَقُطِعَ فَاُتِيَ بِهِ. فَقَالَ: تُبْ اِلَى اللهِ. فَقَالَ: قَدْ تُبْتُ اِلَى اللهِ. قَالَ: تَابَ اللهُ عَلَيْكَ. الدارقطنى 3: 102، رقم: 71
Dari Abu Hurairah, bahwasanya pernah dihadapkan kepada Rasulullah SAW seorang pencuri yang mencuri jubah, lalu mereka (para shahabat) berkata, “Ya Rasulullah, sesungguhnya orang ini telah mencuri”. Maka Rasulullah SAW bersabda, “(Jika begitu) bawalah dia pergi, dan potonglah tangannya, lalu obatilah dia, setelah itu bawalah dia kemari”. Kemudian ia dipotong (tangannya), lalu dibawa kepada Rasulullah SAW. Maka Rasulullah SAW bersabda, “Bertaubatlah kamu kepada Allah”. Pencuri itupun lalu menyatakan, “Sungguh aku telah bertaubat kepada Allah”. Lalu Rasulullah SAW berdoa, “Semoga Allah menerima taubatmu”. [HR Daruquthni juz 3, hal. 102, no. 71]

Besarnya nilai barang curian yang menyebabkan potong tangan

عَنْ عَائِشَةَ عَنْ رَسُوْلِ اللهِ ص قَالَ: لاَ تُقْطَعُ يَدُ السَّارِقِ اِلاَّ فِى رُبُعِ دِيْنَارٍ فَصَاعِدًا. مسلم 3: 1312

Dari ‘Aisyah, dari Rasulullah SAW, beliau bersabda, “Tidak dipotong tangan pencuri kecuali pada pencurian senilai seperempat dinar atau lebih”. [HR. Muslim juz 3, hal. 1312]

عَنِ ابْنِ عُمَرَ اَنَّ رَسُوْلَ اللهِ ص قَطَعَ سَارِقًا فِى مِجَنّ ثَمَنُهُ ثَلاَثَةُ دَرَاهِمَ. مسلم 3: 1313
Dari Ibnu ‘Umar, bahwasanya Rasulullah SAW memotong tangan pencuri perisai yang harganya tiga dirham. [HR. Muslim juz 3, hal. 1313]

Keterangan :
Tiga dirham pada waktu itu sama dengan seperempat dinar, jadi satu dinar sama dengan dua belas dirham”.

عَنْ رَافِعِ بْنِ خَدِيْجٍ قَالَ: سَمِعْتُ رَسُوْلَ اللهِ ص يَقُوْلُ: لاَ قَطْعَ فِى ثَمَرٍ وَ لاَ كَثَرٍ. النسائى 8: 86
Dari Rafi’ bin Khadij, ia berkata : Saya mendengar Rasulullah SAW bersabda, “Tidak ada hukuman potong tangan dalam pencurian buah dan mayang pohon kurma”. [HR. Nasaiy juz 8, hal. 86]

عَنْ عَمْرِو بْنِ شُعَيْبٍ عَنْ اَبِيْهِ عَنْ جَدّهِ عَبْدِ اللهِ بْنِ عَمْرٍو عَنْ رَسُوْلِ اللهِ ص اَنَّهُ سُئِلَ عَنْ الثَّمَرِ اْلمُعَلَّقِ فَقَالَ: مَا اَصَابَ مِنْ ذِيْ حَاجَةٍ غَيْرَ مُتَّخِذٍ خُبْنَةً فَلاَ شَيْءَ عَلَيْهِ. وَ مَنْ خَرَجَ بِشَيْءٍ مِنْهُ فَعَلَيْهِ غَرَامَةُ مِثْلَيْهِ وَ اْلعُقُوْبَةُ. وَ مَنْ سَرَقَ شَيْئًا مِنْهُ بَعْدَ اَنْ يُؤْوِيَهُ اْلجَرِيْنُ فَبَلَغَ ثَمَنَ اْلمِجَنّ فَعَلَيْهِ اْلقَطْعُ. وَ مَنْ سَرَقَ دُوْنَ ذلِكَ فَعَلَيْهِ غَرَامَةُ مِثْلَيْهِ وَ اْلعُقُوْبَةُ. النسائى 8: 85
Dari ‘Amr bin Syu’aib, dari ayahnya, dari kakeknya yakni ‘Abdullah bin ‘Amr, dari Rasulullah SAW, bahwasanya beliau pernah ditanya tentang buah yang dicuri ketika masih di pohon, beliau bersabda, “Bila seseorang mencuri buah karena terpaksa, maka ia tidak dikenakan hukuman apapun, selagi ia tidak membawanya pulang. Tetapi barangsiapa yang membawa pulang, maka ia dikenakan denda dua kali lipat dari harga barang yang dicurinya, dan diberi hukuman sebagai peringatan. Dan barangsiapa yang mencuri buah yang telah berada di tempat penjemuran, sedangkan buah yang dicuri itu harganya mencapai harga sebuah perisai, maka tangannya harus dipotong. Tetapi barangsiapa yang mencurinya kurang dari itu, maka ia dikenakan denda dua kali lipat dan harus diberi hukuman sebagai peringatan”. [HR. Nasaiy juz 8, hal. 85]

عَنْ عَمْرَةَ بِنْتِ عَبْدِ الرَّحْمنِ اَنَّ سَارِقًا سَرَقَ فِى زَمَانِ عُثْمَانَ اُتْرُجَّةً، فَاَمَرَ بِهَا عُثْمَانُ بْنُ عَفَّانَ اَنْ تُقَوَّمَ فَقُوّمَتْ بِثَلاَثَةِ دَرَاهِمَ مِنْ صَرْفِ اثْنَى عَشَرَ بِدِيْنَارٍ فَقَطَعَ عُثْمَانُ يَدَهُ. مالك فى الموطأ 2: 832، رقم: 23
Dari ‘Amrah binti ‘Abdurrahman, ia berkata, “Sesungguhnya ada seorang pencuri mencuri buah jeruk di zaman pemerintahan ‘Utsman (bin ‘Affan). Lalu oleh‘Utsman bin ‘Affan diperintahkan supaya dinilai, maka buah tersebut dinilai seharga tiga dirham dengan kurs 12 dirham sama dengan satu dinar. Kemudian ‘Utsman memotong tangan pencuri itu”. [HR. Malik, dalam Muwaththa’ juz 2, hal. 832, no. 23]

Apabila pencuri telah dimaafkan sebelum sampai pada hakim, maka hukuman tidak dilaksanakan.

عَنْ عَمْرِو بْنِ شُعَيْبٍ عَنْ اَبِيْهِ عَنْ جَدّهِ عَنْ النَّبِيّ ص قَالَ: تَعَافَوُا اْلحُدُوْدَ قَبْلَ اَنْ تَأْتُوْنِيْ بِهِ. فَمَا اَتَانِيْ مِنْ حَدّ فَقَدْ وَجَبَ. النسائى 8: 70
Dari ‘Amr bin Syu’aib dari ayahnya, dari kakeknya dari Nabi SAW, beliau bersabda, “Ma’afkanlah hukuman, sebelum kalian membawa perkara itu ke hadapanku. Tetapi kalau perkara itu sudah sampai di hadapanku, maka hukum pasti dilaksanakan”. [HR. Nasaiy juz 8, hal. 70]

عَنْ عَبْدِ اللهِ بْنِ عَمْرِو بْنِ اْلعَاصِ اَنَّ رَسُوْلَ اللهِ ص قَالَ: تَعَافَوُا اْلحُدُوْدَ فِيْمَا بَيْنَكُمْ. فَمَا بَلَغَنِى مِنْ حَدّ فَقَدْ وَجَبَ. ابو داود 4: 133، رقم: 4376
Dari ‘Abdullah bin ‘Amr bin Al-‘Ash, sesungguhnya Rasulullah SAW bersabda, “Saling memaafkanlah kalian tentang masalah hukuman yang terjadi diantara kalian. Tetapi kalau perkara itu telah sampai kepadaku, maka hukum pasti dilaksanakan”. [HR. Abu Dawud juz 4, hal. 133, no. 4376]

عَنِ اْلاَوْزَاعِيّ قَالَ حَدَّثَنِيْ عَطَاءُ بْنُ اَبِي رَبَاحٍ اَنَّ رَجُلاً سَرَقَ ثَوْبًا، فَاُتِيَ بِهِ رَسُوْلُ اللهِ ص فَاَمَرَ بِقَطْعِهِ. فَقَالَ الرَّجُلُ: يَا رَسُوْلَ اللهِ، هُوَلَهُ.قَالَ: فَهَلاَّ قَبْلَ اْلآنَ. النسائى 8: 68
Dari Al-Auza’iy, ia berkata, ‘Atha’ bin Abu Rabah menceritakan kepadaku bahwasanya ada seorang yang mencuri sebuah baju, maka ia dihadapkan kepada Rasulullah SAW. Lalu Rasulullah SAW menyuruh supaya tangan pencuri itu dipotong, maka. orang yang dicuri bajunya itu berkata, “Ya Rasulullah, sekarang baju itu aku relakan untuknya (dan aku telah memaafkannya)”. Beliau bersabda, “Mengapa kamu tidak memaafkannya sebelum kamu menghadapkannya kepadaku?”. [HR. Nasaiy juz 8, hal. 68]








Berikut ini adalah sebagian hadits-hadits pilihan yang terkait dengan bulan Ramadhan, sebagai inspirasi bagi kita untuk mengoptimalkan bulan Ramadhan yang sebentar lagi bertamu ke rumah kita. Tentu tidak semua keutamaan itu ada dalam tulisan ini, namun anggaplah sebagai pelepas dahaga ditengah perjalanan.
Diantara hadits-hadits tentang keutamaan bulan Ramadhan adalah :
1.    عن أبي هريرة أَن َرسولَ الله صلى الله عليه وسلم قَالَ: "إِذا جَاءَ رَمَضَانُ فُتِّحَتْ أَبْوَابُ الجَنَّةِ، وَغُلِّقَتْ أَبْوابُ النَّارِ، وَصُفِّدَتْ الشَّياطينُ". أخرجه مسلمٌ

Dari Abu Hurairah Radhiyallahu Anhu, bahwasanya Rasulullah Shalallahu Alaihi wa Sallam bersabda: “ Apabila datang bulan Ramadhan, dibukalah pintu-pintu Surga, ditutuplah pintu-pintu Neraka dan Syetan-Syetan dibelenggu. ( HR. Muslim )
2.    عن أبي هريرة قالَ: كَانَ رسولُ اللهِ صلي الله عليه وسلم يُبَشِّرُ أصْحَابَةُ يقولُ: "قَدْ جَاءَكُمْ شَهْرُ رَمَضانَ شَهْرٌ مُبَارَكٌ فَرَضَ اللهُ عليكم صِيَامَهُ، تُفَتَّحُ فيه أبوابُ الجَنَّةِ وَتغلَّقُ فيه أبوابُ النَّارِ، فيه لَيْلَةُ خَيْرٌ من ألفِ شَهْرٍ، مَن حُرِمَ خَيْرَها فقد حُرِمَ". وهذا لَفْظُ حماد بن زيد. أخرجه النسائيُّ
Dari Abu Hurairah berkata: Rasulullah Shalallahu Alaihi wa Sallam bersabda: “Telah datang bulan Ramadhan, bulan penuh berkah, telah diwajibkan atas kalian berpuasa, dibukakan pintu-pintu Surga, ditutup pintu-pintu Neraka. Didalam bulan itu ada satu malam yang lebih baik dari seribu bulan, barangsiapa yang terhalang dari kebaikannya sungguh ia rugi.” (HR. Nasai, Lafadz Hammad bin Zaid)
3.    عن أبي هريرة؛ عن النبي صلى الله عليه وسلم: ((من صام رمضان إيماناً واحتساباً، غفر له ما تقدم من  ذنبه، ومن قام ليلة القدر إيماناً واحتساباً، غفر له ما تقدم من ذنبه))  متفق على صحته
“Dari Abu Hurairah, dari Nabi Shalallahu Alaihi wa Sallam: “ Barangsiapa yang berpuasa Ramadhan dengan iman dan ihtisaban ( mengharap balasan dari Allah ) akan diampuni dosa-dosanya yang telah lalu, barangsiapa yang shalat pada malam lailatul qadr dengan iman dan mengharap balasan dari Allah akan diampuni dosa-dosanya yang telah lalu. ( Mutafaqun Alaih )
4.    عَنْ سَهْلِ بْنِ سَعْدٍ رضي الله عنه عَنِ النَّبِيِّ صلى الله عليه وسلم قَالَ: فِي الْجَنَّةِ ثَمَانِيَةُ أَبْوَابٍ، فِيهَا بَابٌ يُسَمَّى الرَّيَّانَ، لاَ يَدْخُلُهُ إِلاَّ الصَّائِمُونَ_  رواه البخاري
Dari Sahl bin Said Radhiyallahu Anhu dari Nabi Shalallahu Alaihi wa Sallam bersabda: “Surga ada delapan pintu, di dalamnya ada pintu yang dinamakan Ar Rayyan, tidak akan masuk dari pintu tersebut melainkan orang-orang yang berpuasa.” ( HR. Bukhari )
5.    عن أبي أيوب رضى الله عنه أن رسول الله صلى الله عليه وسلم قال : " من صام رمضان ثم أتبعه ستاً من شوال كان كصيام الدهر" رواه مسلم
Dari Abu Ayyub Radhiyallahu Anhu bahwasanya Rasulullah Shalallahu Alaihi wa Sallam bersabda: “ Barangsiapa yang berpuasa Ramadhan kemudian diikuti dengan puasa enam hari di bulan Syawal, ia seperti berpuasa setahun ( HR. Muslim )
6.     عن عبد الله بن عباس رضي الله عنهما، قال: "كان رسول الله صلى الله عليه وسلم أجود الناس، وكان أجود ما يكون في رمضان حين يلقاه جبريل، وكان يلقاه في كل ليلة من رمضان، فيدارسه القرآن، فلرسول الله صلى الله عليه وسلم أجود بالخير من الريح المرسلة"، رواه البخاري 
.
Dari Abdullah bin Abbas Radhiyallahu Anhuma, berkata: “Rasulullah adalah manusia paling pemurah, dan Beliau lebih pemurah lagi pada bulan Ramadhan, Jibril menemui Beliau setiap malam untuk membacakan Al Qur’an, Rasulullah lebih pemurah dari angin yang berhembus.” ( HR. Bukhari ).

7.     عن أبي أمامة رضي الله عنه قال: أتيت رسول الله صلى الله عليه وسلم فقلت: مرني بأمر آخذه عنك، فقال: (عليك بالصوم، فإنه لا مثل له) رواه النسائي.
Dari Abu Umamah Radhiyallahu Anhu, Aku menemui Rasulullah Shalallahu Alaihi wa Sallam lalu aku berkata: “ Perintahkan kepadaku yang bisa aku ambil dari Engkau, beliau berkata: “ Hendaklah kamu berpuasa, karena puasa tidak ada yang menyamainya.” ( HR. Nasa’i )
8.     عن أبي هريرة رضي الله عنه أن رسول الله صلى الله عليه وسلم قال: (قال الله عزوجل: كل عمل بن آدم له إلا الصيام؛ فإنه لي وأنا أجزي به، والصيام جنّة، وإذا كان يوم صوم أحدكم فلا يرفث، ولا يصخب، فإن سابّه أحد أو قاتله فليقل: إني امرؤ صائم، والذي نفس محمد بيده لخلوف فم الصائم أطيب عند الله من ريح المسك، للصائم فرحتان يفرحهما: إذا أفطر فرح، وإذا لقي ربه فرح بصومه) رواه البخاري ومسلم.
Dari Abu Hurairah Radhiyallahu Anhu, bahwasanya Rasulullah Shalallahu Alaihi wa Sallam bersabda: ( Allah Azza wa Jalla berfirman : “ Setiap amal anak Adam adalah baginya kecuali puasa, sesungguhnya ia untuk –Ku, Aku yang akan membalasnya. Puasa adalah perisai, jika kalian sedang berpuasa janganlah berkata kotor atau menghardik. Apabila seseorang mengumpat atau memusuhinya, katakana: “Aku sedang berpuasa.” Demi Dzat yang jiwa Muhammad ditangan-Nya, bau mulut orang yang berpuasa lebih harum disisi Allah dari pada minyank wangi, bagi orang yang berpuasa ada dua kebahagiaan, ketika berbuka puasa ia bergembira dan ketika bertemu Rabbnya ia gembira dengan pahala puasanya. ( HR. Bukhari Muslim )
9.     عن حذيفة بن اليمان رضي الله عنه قال: قال رسول الله صلى الله عليه وسلم: (فتنة الرجل في أهله وماله وولده وجاره، تكّفرها الصلاة، والصوم، والصدقة، والأمر والنهي) متفق عليه.
Dari Hudzifah bin Al Yaman Radhiyallahu Anhu, berkata: “Bersabda Rasulullah Shalallahu Alaihi wa Sallam:” Fitnah  ( cobaan ) seseorang dalam keluarga, harta, anak dan tetangga dihapuskan oleh shalat, puasa, sadaqah dan amar ma’ruf nahi munkar.” ( Mutafaq Alaih ).
10. عن عثمان بن عفان رضي الله عنه، قال: سمعت رسول الله صلى الله عليه وسلم يقول: (الصيام جُنّة من النار، كجنّة أحدكم من القتال) رواه ابن ماجه.
Dari Utsman bin Affan Radhiyallahu Anhu berkata: “ Aku mendengar Rasulullah Shalallahu Alaihi wa Sallam bersabda: “ Puasa adalah perisai, ibarat perisai kalian dalam perang.( HR. Ibnu Majah )
11. عن أبي هريرة رضي الله عنه أن النبي صلى الله عليه وسلم قال: (الصيام جنّة وحصن حصين من النار) رواه أحمد.
Dari Abu Hurairah Radhiyallahu Anhu, bahwasanya Rasulullah Shalallahu Alaihi wa Sallam bersabda:” Puasa adalah benteng yang menjada dariapi Neraka.( HR. Ibnu Majah )
12. عن أبي سعيد الخدري رضي الله عنه قال: سمعت رسول الله صلى الله عليه وسلم يقول: (من صام يوماً في سبيل الله، باعد الله وجهه عن النار سبعين خريفاً) متفق عليه.
Dari Abu Said Al Khudri Radhiyallahu Anhu berkata, Aku mendengar Rasulullah Shalallahu Alaihi wa Sallam bersabda: “Barangsiapa yang berpuasa sehari di jalan Allah, Dia akan menjauhkan wajahnya dari api neraka sejauh 70 musim.” ( Mutafaq Alaih )
13. عن علي بن أبي طالب رضي الله عنه قال: قال رسول الله صلى الله عليه وسلم: (إن في الجنة غرفاً تُرى ظهورها من بطونها، وبطونها من ظهورها)، فقام أعرابي فقال: لمن هي يا رسول الله؟ قال: (لمن أطاب الكلام، وأطعم الطعام، وأدام الصيام، وصلى لله بالليل والناس نيام) رواه الترمذي.
Dari Ali bin Abi Thalib Radhiyallahu Anhu berkata, Rasulullah Shalallahu Alaihi wa Sallam bersabda:” Sesungguhnya di dalam Surga ada sebuah kamar yang terlihat bagian luarnya dari dalam dan bagian dalamnya dari luar, lalu seorang Arab Badui berkata: “Untuk siapakan itu wahai Rasulullah?”. Beliau bersabda: “ Untuk orang yang perkataannya baik, suka memberi makan, membiasakan puasa dan shalat malam ketika manusia tidur. ( HR. Tirmidzi )
14. عن عبد الله بن عمرو رضي الله عنه أن رسول الله صلى الله عليه وسلم قال: (الصيام والقرآن يشفعان للعبد يوم القيامة، يقول الصيام: أي رب، منعته الطعام والشهوات بالنهار، فشفعني فيه، ويقول القرآن: منعته النوم بالليل، فشفعني فيه، فيشفعان) رواه أحمد.
Dari Abdullah bin Amru Radhiyallahu Anhu bahwasanya Rasulullah Shalallahu Alaihi wa Sallam bersabda: “Puasa dan Al Qur’an akan memberi syafaat bagi hamba pada hari kiamat. Puasa berkata: “ Wahai Rabb, ia telah menahan makan dan syahwatnya pada siang hari karena aku, izinkan aku memberi syafaat kepadanya. Alqur’an berkata: “ Ia telah terjaga pada malam hari karena aku, izinkan aku memberi syafaat kepadanya, maka puasa dan shalat memberi syafaat kepadanya. ( HR. Ahmad)
15. عن أبي هريرة قال: قال رسول الله صلى الله عليه وسلم: (ثلاث دعوات مستجابات لا شك فيهنّ: دعوة المظلوم، ودعوة المسافر، ودعوة الوالد على ولده) رواه الترمذي.
Dari Abu Hurairah berkata, Rasulullah Shalallahu Alaihi wa Sallam bersabda:” Tiga doa yang dikabulkan tidak diragukan lagi,yaitu doa orang yang didzalimi, doa musafir dan doa orang tua kepada anaknya. ( HR. Tirmidzi ).
16. عن عمرو بن العاص رضي الله عنه أن رسول الله صلى الله عليه وسلم قال: (فصل ما بين صيامنا وصيام أهل الكتاب أكلة السحر) رواه مسلم.
Dari Amr bin Ash Radhiyallahu Anhu bahwasanya Rasulullah Shalallahu Alaihi wa Sallam bersabda: “Beda antara puasa kita dan puasa ahli kitab adalah makan sahur.” ( HR. Muslim )
17. عن أبي سعيد الخدري رضي الله عنه قال: قال رسول الله صلى الله عليه وسلم: (السحور أكله بركة؛ فلا تدعوه ولو أن يجرع أحدكم جرعة من ماء؛ فإن الله عز وجل وملائكته يصلون على المتسحّرين) رواه أحمد وابن حبان. 
Dari Abu Said al Khudri Radhiyallahu Anhu berkata, bersabda Rasulullah Shalallahu Alaihi wa Sallam: “Makan sahur adalah berkah, jangan kalian tinggalkan meski hanya dengan seteguk air, sesungguhnya Allah Azza Wa Jalla dan para malaikat mengucapkan salam kepada orang-orang yang makan sahur.” ( HR. Ahmad dan Ibnu Hibban ).








Nah sobat para pembaca kali ini saya akan share nii video tengang nabi isa as. Sebenarnya Nabi Isa.as ada di mana sih ? Apakah sudah wafat atau belum ? dan Kapan Nabi Isa.as Muncul ?
nah agar lebih jelas kita tonton aja yuk video berikut ini :



Sumber : Youtube - Khazanah Trans7





Video di bawah ini adalah tanda tanda tentang kemunculan dajal di muka bumi ini
untuk lebih jelasnya tonton videonya di bawah ini :


Nah sudah banyak kan tanda tanda kemuncukan dajal di muka bumi kan, kita seorang muslim harus mampu berupaya meningkatkan tingkat keimanan kita, agar kita senantiasa terhindar dari perbuatan perbuatan yang tidak kita inginkan.





Entri Populer

Total Tayangan Halaman

Diberdayakan oleh Blogger.