Mencukur bulu-bulu wajah ini merupakan perbuatan haram, sehingga wajib ditutup dengan cara menutup wajah tersebut.

Tapi dalam hal ini ada yang mengatakan bahwa mencabut bulu-bulu wajah itu boleh apabila hanya sedikit. Jika pendapat ini benar, maka tidak wajib menutup wajah. Pendapat yang kuat menurut saya adalah mencabut bulu-bulu wajah itu mutlak diharamkan walaupun sedikit.

Dalilnya adalah sabda Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam.

لَعَنَ اللَّهُ النَّا مِصَاتِ و الْمُتَنَمِّصَاتِ

“Allah melaknat perempuan-perempuan yang mencukur alis dan perempuan-perempuan yang minta dicukur alisnya”

Di akhir hadits ini diterangkan kenapa perempuan-perempuan tersebut dilaknat. Yaitu karena merubah ciptaan Allah dengan alasan keindahan/kecantikan.

Hadits ini menegaskan bahwa perempuan-perempuan tersebut dilaknat karena merubah ciptaan Allah, bukan masalah mencukur sedikit atau banyak. Jadi seandainya ada seorang wanita mencukur sedikit saja alisnya, dia pasti akan mendapat laknat. Karena dia telah melakukan perbuatan yang diancam laknat.

Hari ini ada sebagian ulama yang hanya mengharamkan mencukur alis saja. Sebagian ulama lain hanya mengharamkan mencukur bulu-bulu wajah saja. Sedangkan yang benar adalah mengamalkan hadits secara mutlak yaitu dua-duanya haram.

Maka tidak boleh bagi wanita ; apalagi laki-laki untuk mencabut (mencukur) bulu badannya, kecuali bulu-bulu yang memang disuruh mencukur (bulu kemaluan, bulu ketiak dan sebagian kumis). Hal ini berdasarkan dalil umum di atas yaitu dilarang merubah ciptaan Allah.

Ada sebuah kasus, misalnya seorang wanita yang lengannya berbulu. Dan suaminya tidak suka karena menganggap itu jelek. Dalam keadaan seperti ini bolehkan wanita tersebut mencukur bulu-bulu lengannya tersebut ? Jawabnya adalah : Tidak boleh, karena ini termasuk merubah ciptaan Allah. Dan ia harus ridha dengan bulu-bulu ciptaan Allah itu dan tidak merubahnya dengan cara mencukur, kecuali mencukur bulu-bulu yang dianjurkan yaitu bulu ketiak, bulu kemaluan dan lain-lain.


Sebagian wanita hari ini banyak yang tergoda dengan rambut palsu. Mereka membolehkan hal ini dengan alasan berhias untuk menyenangkan suami. Padahal hadits di atas jelas-jelas melarang hal ini. Bunyi terusan hadits tersebut adalah.

لَعَنَ اللَّهُ النَّا مِصَاتِ و الْمُتَنَمِّصَاتِ ….. لَعَنَ اللَّهُ الوَاصِلاَتِ وَالْمُسْتَوْ صِلاَتِ

“Allah melaknat wanita-wanita yang mencabut bulu, Allah melaknat orang yang menyambung rambut, dan yang minta disambung rambutnya”
Disebutkan dalam As-Shahih bahwa ada seorang wanita datang kepada Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam, dan mengatakan bahwa anaknya telah dinikahi oleh seorang laki-laki tapi kemudian rontok rambutnya. Wanita tersebut bertanya bolehkah anaknya menyambung rambut dengan rambut lain ? Lalu beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata.

لَعَنَ اللَّهُ الوَاصِلاَتِ وَالْمُسْتَوْ صِلاَتِ

“Allah melaknat wanita yang menyambung rambut, dan yang minta disambung rambutnya”
Sebagian orang mengatakan bahwa yang haram adalah khusus mencukur alis dan merenggangkan gigi. Pengkhususan seperti ini sama sekali tidak benar. Karena mencukur alis dan merenggangkan gigi itu bukan pengkhususan tapi bagian dari dalil umum bahwa Allah melaknat wanita-wanita yang merubah ciptaan Allah dengan alasan keindahan/kecantikan.

Dari kalimat terakhir ini kita bisa mengambil dua kesimpulan penting.

Pertama

Perubahan yang dilaknat adalah perubahan untuk memperindah dan mempercantik diri. Tapi, jika perubahan tersebut untuk menolak kemudharatan (karena gatal-gatal, alergi, dll) maka hal ini tidak apa-apa untuk dilakukan.

Kedua

Sabda beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam : Wanita-wanita yang merubah ciptaan Allah, mencakup semua jenis perubahan. Berupa apapun perubahan itu. Kecuali perubahan yang disyariatkan.
Dan harus diperhatikan, bahwa ini merupakan hukum yang umum bagi wanita dan laki-laki. Sebagian laki-laki tumbuh bulu rambut di bagian atas kedua pipinya, kemudian mereka mencukurnya. Hal ini termasuk yang dilarang oleh hadits di atas. Sebab itu, semua termasuk ciptaan Allah, dan ciptaan Allah itu pasti baik, sebagaimana disebutkan dalam hadits bahwa Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam melihat seorang laki-laki yang memanjangkan sarungnya, lalu beliau berkata padanya : “Angkatlah sarungmu!”, ia berkata : “Wahai Rasulullah sesungguhnya kedua betisku teramat kecil”, maka beliau berkata : “Semua ciptaan Allah itu baik”.

[Disalin dari kitab Majmu'ah Fatawa Al-Madina Al-Munawarah, edisi Indonesia Fatwa-Fatwa Albani, Penulis Syaikh Muhammad Nashiruddin Al-Albani, Penerjemah Adni Kurniawan, Penerbit Pustaka At-Tauhid].

wallahu ‘alam bhi-shawab
WASSALAMU’ALAIKUM WARAHMATULLAHI WABARAKATUH








ASSALAMU’ALAIKUM WARAHMATULLAHI WABARAKATUH
SUBHANALLAH . . .

Jangan lah engkau meremehkan seorang ibu, Karena :

1. Wanita menggendong janin/buah hatinya dalam kandungannya selama +- 9 bulan 10 hari tanpa sedikitpun waktu melepaskannya. Jika diasumsikan rata-rata berat kandungannya adalah 1 kg maka selama itu wanita menggendong beban seberat (1kg x 30hari x 9bulan) + 10hari = 2.700 kg atau 2,7 Ton!!!. Sesudah melahirkan wanita masih saja menggendong bayinya, sedangkan seorang pria menggendong anaknya sebentar saja sudah merasa lelah, capek, dan lain-lain alasan.

2. Setiap hari seorang wanita memasak untuk dirinya dan keluarganya. Jika di asumsikan seorang wanita memasak mulai umur 17 hingga 55 (berarti 38 tahun) dan setiap hari diasumsikan ia memasak untuk 2 orang maka ia memasak sebanyak untuk 2 x 365 x 38 = 27.740 orang.

3. Setiap hari wanita membersihkan rumah/ tempat aktivitasnya misalnya menyapu. Misal diasumsikan setiap hari ia membersihkan ruangan/rumah berukuran 4 x 10 = 40 m2 dan ia menyapu sejak usia 15 tahun hingga 45 tahun (berarti 30 tahun) maka ia membersihkan seluas 40 x 365 x 15 = 219.000 m2. atau seluas 20 x lapangan sepakbola.

4. Jika setiap hari seorang wanita mencuci piring yang diasumsikan mempunyai tinggi tumpukan 20 cm dan mencuci selama 30 tahun maka tingginya mencapai 20 x 365 x 30 = 219.000 cm = 2.190 m atau sekitar 15 x tinggi monas atau 4x tinggi menara kembar Petronas malaysia. Belum ada bangunan di dunia yang mencapai tinggi 2.190 m.

5. Jika setiap hari seorang wanita mencuci baju dengan asumsi panjang jemuran 5 meter setiap hari maka selama 30 tahun panjang jemuran akan mencapai = 5 x 365 x 30 = 54.750 m = 54,7 km.
LUAR BIASA ....Dahsyatnya kekuatan seorang ibu (wanita). Tentu saja masih banyak lagi kekuatan ibu yang tidak terpikirkan oleh kita. Ketika melahirkan kita pun , seorang ibu menggunakan semua dayanya untuk membuat kita muncul dalam dunia ini, dengan kekuatan antara hidup dan mati.
Pernah mendengar pepatah “Dibalik kesuksesan seorang pria terdapat wanita hebat di belakangnya”. Pepatah ini ternyata juga benar, seorang ibu (wanita) mempunyai kekuatan tersembunyi untuk melakukan hal itu.
Ada suatu riwayat yang mengutamakan seorang ibu, menunjukkan bagaimana kedudukan ibu (wanita) dalam Islam itu mulia.


  • Hadis riwayat Abu Hurairah ra., ia berkata :
Seseorang datang menghadap Rasulullah saw. dan bertanya: Siapakah manusia yang paling berhak untuk aku pergauli dengan baik? Rasulullah saw. menjawab: Ibumu. Dia bertanya lagi: Kemudian siapa? Rasulullah saw. menjawab: Kemudian ibumu. Dia bertanya lagi: Kemudian siapa? Rasulullah saw. menjawab: Kemudian ibumu. Dia bertanya lagi: Kemudian siapa? Rasulullah saw. menjawab lagi: Kemudian ayahmu. (Shahih Muslim No.4621).

MULIAKAN...! HORMATI ....! &  DO'AKAN SELALU IBUMU.......!


Semoga Bermanfaat . . . Aamiiiin









ASSALAMU’ALAIKUM WARAHMATULLAHI WABARAKATUH
LAYAKKAH KITA DICINTAI RASULULLAH SAW ?

Dalam sebuah riwayat hadith dikisahkan.
Ketika itu baginda Rasulullah SAW tengah duduk berkumpul bersama sahabat-sahabatnya. Di situ ada saidina Ali, Uthman, Abu Bakar, Umar dan lainnya. Lalu kemudian baginda bertanya,
"Wahai sahabatku, tahukah kalian siapa hamba Allah yang mulia di sisi Allah?"
Para sahabat terdiam. Lalu ada seorang sahabat berkata,
"Para malaikat, Rasulullah, merekalah yang mulia."

Rasulullah menjawab,
"Ya, para malaikat itu mulia, mereka dekat dengan Allah dan mereka sentiasa bertasbih dan beribadah kepada Allah, tentulah merekalah mulia tapi bukan itu yang aku maksudkan."

Lalu para sahabat kembali terdiam, tiba-tiba seorang sahabat kembali berkata,
"Ya Rasulullah, tentu para nabi, merekalah yang mulia itu."

Nabi Muhammad tersenyum. Baginda berkata,
"Ya, para nabi itu mulia, mereka adalah utusan Allah di muka bumi, bagaimana mungkin mereka tidak mulia, mereka mulia. Tapi ada lagi yang lain."
Para sahabat terdiam, tertanya siapalah lagi mereka itu. Lalu salah seorang sahabat berkata,
"Apakah kami sahabatmu, ya Rasulullah? Apakah kami yang mulia itu?"
Bayangkan, Baginda memandang wajah mereka semua satu persatu, Baginda tersenyum melihat para sahabat. Baginda berkata,

"Tentulah kalian mulia, kalian dekat denganku, kalian membantu perjuanganku, mana mungkin kalian tidak mulia, Tentulah kalian mulia, tetapi ada yang lain yang mulia."

Para sahabat terdiam kesemuanya, mereka tidak mampu berkata apa-apa lagi.
Lalu bayangkan. Tiba-tiba, baginda Nabi Muhammad menundukkan wajahnya. Bayangkan tiba-tiba baginda menangis di hadapan sahabat-sahabat. Para sahabat tertanya,

"Mengapa engkau menangis ya Rasulullah?"
Lalu bayangkan, Rasulullah mengangkat wajahnya, terlihat bagaimana air mata berlinang membasahi pipi dan janggutnya.

Lalu baginda berkata,
"Wahai sahabatku, tahukah kalian siapa yang mulia itu. Mereka adalah manusia-manusia. Mereka akan lahir jauh setelah wafatku nanti. Mereka begitu mencintai Allah, dan tahukah kalian, mereka tak pernah memandangku. Mereka tidak pernah melihat wajahku. Mereka hidup tidak dekat dengan aku seperti kalian. Tapi mereka begitu rindu kepadaku. Dan saksikanlah wahai sahabatku semuanya, aku pun rindu kepada kepada mereka, mereka yang mulia itu, merekalah itulah UMATKU."

Bayangkan saat itu Nabi Muhammad menitiskan air matanya, semua sahabat menangis.


 Coba tanyakan pada diri kita kembali,

"Siapa yang dirindukan Nabi Muhammad, siapa yang didoakan nabi Muhammad setiap waktu. Demi Allah, cuba tanya pada diri kita masing-masing."
Tanyalah jauh ke dalam lubuk hati kita, ikhwah-ikhwah,

" Sudahkah kita mencintai Nabi Muhammad ? "

Cuba lihat dalam kehidupan kita, siapakah yang menjadi sanjungan kita selama ini? Siapa pula sanjungan rakan-rakan kita yang lainnya, bagaimana pula dengan sanjungan kaum keluarga kita. Adakah kaum keluarga kita sedang lupa terhadap Nabi Muhammad, lalai kepadanya.
Kita kadang-kadang terlalu mudah untuk berbangga dengan sanjungan seperti para artis, kita juga kadang-kadang selalu berbangga dengan pemain-pemain bola sepak yang kita kagumi. Bila pula kali terakhir kita berbangga dengan Nabi Muhammad SAW?

Sudah berapa lama sebenarnya kita lalai? Sudah berapa lama kita tidak bersungguh-sungguh mendidik atau mentarbiah kawan-kawan kita untuk mencintai baginda Nabi Muhammad.
Jika kita berani mengaku sebagai umat Nabi Muhammad, sudahkah kita mencintai Nabi Muhammad, sudahkan ada air mata yang berlinang kerana kita rindu Nabi Muhammad? Sudah berapa lama kita lalai? Sudah berapa lama kita leka hidup di dunia? Sudah berapa lama kita melupakan Nabi Muhammad.

Maka mari pada malam ini kita hadirkan atau hidupkan rasa cinta yang telah lama hilang itu, semoga di Padang Masyar kelak, kita akan berkumpul bersama Baginda SAW.. Amin..

Semoga Bermanfaat ...







Saudaraku....
Pernahkan anda duduk dekat ataupun memperhatikan wajah org ahli ibadah? Amatilah…wajahnya begitu bening, bersih, teduh dan bercahaya tanpa make up. Demikianlah Allah memberinya ‘NUR’ yang terpancar diwajahnya. Bagaimana dengan Rasul dan sahabatnya….?? Subhanallah…tentu tak dapat dibayangkan wajah Penghulu Surga tersebut..Allahumma shalli ala Muhammad.

Siapa yang tidak ingin tampil cantik/ganteng bercahaya seperti itu, terutama para ukhti . Kecantikan merupakan satu hal yang sangat diinginkan oleh para ukhti. Mereka para kaum Hawa itu banyak yang telah mencoba berbagai kiat, baik dengan menggunakan berbagai kosmetik, pemutih atau menggunakan lulur, ekstrak bengkoang dan lain-lain (banyak banget sih) agar wajahnya putih alami dan berseri. Terlepas dari keberhasilan semua trik-trik di atas yang notabene masih dipertanyakan terlebih lagi mengandung zat-zat kimia yang berbahaya, kenapa tidak menggunakan kiat yang satu ini? Apa kiatnya? Yaitu shalat tahajjud di malam hari.

Berkata Imam Ibnul Qayyim, ”Sesungguhnya shalat malam itu dapat memberikan sinar yang tampak di wajah dan membaguskannya. Ada sebagian wanita yang memperbanyak pelaksanaan shalat malam. Ketika ditanyakan kepada mereka mengenai hal tersebut, mereka menjawab, Shalat malam itu dapat membaguskan wajah dan kami senang jika wajah kami menjadi lebih bagus. Demikian yang dituliskan oleh Mahmud Mahdi Al-Istambuli. Perlu juga diingat bahwa kiat ini bukan cuma monopoli kaum Hawa saja, kaum Adam pun perlu juga menerapkannya.

Keutamaan Shalat Tahajjud disamping hikmah diatas yang bisa di dapat dari melaksanakannya, shalat malam ini pun mempunyai keutamaan yang lain berdasarkan Al Qur’an dan Al Hadist. Bahkan inilah yang lebih penting, yaitu :
1. Allah akan mengangkat ke tempat yang terpuji, dalilnya adalah “Dan pada sebagian malam hari bertahajjudlah kamu sebagai suatu ibadah tambahan bagimu; Mudah-mudahan Tuhanmu mengangkat kamu ke tempat yang terpuji”(Al Israa : 79).
2. Shalat malam dapat mendekatkan diri kepada Allah dan dapat menghapuskan dosa, “Hendaklah kalian melaksanakan shalat malam karena shalat malam itu merupakan kebiasaan orang-orang shaleh sebelum kalian, ibadah yang mendekatkan diri kepada Tuhan kalian, serta penutup kesalahan dan penghapus dosa. (HR. Tirmidzi)
3. Kemuliaan orang beriman ada pada shalat malam Jibril berkata, “Hai Muhammad, kemuliaan orang beriman ada dengan shalat malam. Dan kegagahan orang beriman adalah sikap mandiri dari bantuan orang lain.” (Silsilah Al Ahadits Ash Shahihah no. 831).

Shalat malam yang paling utama adalah pada sepertiga malam yang terakhir. Pada saat ini doa akan dikabulkan oleh Allah. Hal ini berdasarkan hadits yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah bahwasannya Nabi pernah bersabda: Allah turun ke langit dunia setiap malam pada sepertiga malam terakhir. Allah lalu berfirman, Siapa yang berdoa kepadaKu niscaya Aku kabulkan! Siapa yang meminta kepadaKu niscaya Aku beri! Siapa yang meminta ampun kepadaKu tentu Aku ampuni. Demikianlah keadaannya hingga fajar terbit. (HR. Bukhari dan Muslim).

Bagaimana Agar Bisa Shalat Malam
Shalat malam termasuk ibadah yang berat, karena di saat kita terlelap dan masih mengantuk maka kita harus bangun untuk shalat. Berikut beberapa tip agar dimudahkan untuk melaksanakan shalat malam.

1. Berkeinginan kuat untuk shalat malam (niat).
2. Berusaha untuk tidur di awal malam dan menjauhkan diri dari begadang. Rasulullah membenci tidur sebelum Shalat Isya dan berbicara sesudah Shalat Isyaa.
3. Ketika akan tidur, perhatikan adab adab tidur, misalnya membaca doa sebelum tidur, membaca ayat kursi, membaca dua ayat terakhir dari surat Al Baqarah, membaca Surat Al Kaafirun, dll.
4. Tidur sebentar di siang hari
5. Meninggalkan kemaksiatan, dosa dan perbuatan bid'ah
6. Memasang jam alarm jam. Bisa juga dengan saling membangunkan istri, suami, dan keluarga. Bahkan bisa dengan saling membangunkan tetangga atau teman dengan menelpon melalui handphonenya. Saling berta'awun....

Wallahu a'lam bishawab...
Alhamdulillahilladzi bi ni'matihi tatimmush sholihaat. Wa shallallahu 'ala Nabiyyina Muhammad wa 'ala alihi wa shohbihi wa sallam.
WASSALAMU’ALAIKUM WARAHMATULLAHI WABARAKATUH


Untuk di jadikan amalan kita bersama ~

Rasulullah saw bersabda ilmu yang bermanfaat ialah salah satu amal yang kekal bagi orang yang mengajarnya, meski hanya 1 ayat,dan meskipun kita sudah meninggal dunia...









10 HIKMAH UTAMA MENGAPA KITA HARUS SHALAT BERJAMA’AH ???


PERTAMA

Allah Subhanahu wa Ta'ala yang langsung memerintahkan dalam Al-Quran agar shalat berjamaah. Allah Ta’ala berfirman,
وَأَقِيمُوا الصَّلاَةَ وَءَاتُوا الزَّكَاةَ وَارْكَعُوا مَعَ الرَّاكِعِينَ
“Dan dirikanlah shalat, tunaikanlah zakat dan ruku’lah beserta orang-orang yang ruku’.” (Al-Baqarah: 43)


KEDUA

Saat-saat perang berkecamuk, tetap diperintahkan shalat berjamaah. Maka apalagi suasana aman dan tentram. Dan ini perintah langsung dari Allah dalam Al-Quran
Allah Ta’ala berfirman,
وَإِذَا كُنتَ فِيهِمْ فَأَقَمْتَ لَهُمُ الصَّلاَةَ فَلْتَقُمْ طَآئِفَةُُ مِّنْهُم مَّعَكَ وَلِيَأْخُذُوا أَسْلِحَتَهُمْ فَإِذَا سَجَدُوا فَلْيَكُونُوا مِن وَرَآئِكُمْ وَلْتَأْتِ طَآئِفَةٌ أُخْرَى لَمْ يُصَلُّوا فَلْيُصَلُّوا مَعَكَ وَلْيَأْخُذُوا حِذْرَهُمْ وَأَسْلِحَتَهُمْ وَدَّ الَّذِينَ كَفَرُوا لَوْ تَغْفُلُونَ عَنْ أَسْلِحَتِكُمْ وَأَمْتِعَتِكُمْ فَيَمِيلُونَ عَلَيْكُم مَّيْلَةً وَاحِدَةً وَلاَ جُنَاحَ عَلَيْكُمْ إِن كَانَ بِكُمْ أَذًى مِّن مَّطَرٍ أَوْ كُنتُم مَّرْضَى أَن تَضَعُوا أَسْلِحَتَكُمْ وَخُذُوا حِذْرَكُمْ إِنَّ اللهَ أَعَدَّ لِلْكَافِرِينَ عَذَابًا مُّهِينًا
“Dan apabila kamu berada di tengah-tengah mereka (sahabatmu) lalu kamu hendak mendirikan shalat bersama-sama mereka, maka hendaklah segolongan dari mereka berdiri (shalat) besertamu dan menyandang senjata, kemudian apabila mereka (yang shalat bersamamu) sujud (telah menyempurnakan satu rakaat), maka hendaklah mereka pindah dari belakangmu (untuk menghadapi musuh) dan hendaklah datang golongan yang kedua yang belum shalat, lalu shalatlah mereka denganmu.” (An-Nisa’ 102)


KETIGA

Orang buta yang tidak ada penuntun ke Masjid tetap diperintahkan shalat berjamaah ke Masjid jika mendengar adzan, maka bagaimana yang matanya sehat?
Dari Abu Hurairah radhiallahu anhu dia berkata,
“Seorang buta pernah menemui Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam dan berujar, “Wahai Rasulullah, saya tidak memiliki seseorang yang akan menuntunku ke masjid.” Lalu dia meminta keringanan kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam untuk shalat di rumah, maka beliaupun memberikan keringanan kepadanya. Ketika orang itu beranjak pulang, beliau kembali bertanya, “Apakah engkau mendengar panggilan shalat (azan)?” laki-laki itu menjawab, “Ia.” Beliau bersabda, “Penuhilah seruan tersebut (hadiri jamaah shalat).”[HR. Muslim No. 653]


KEEMPAT

Wajib shalat berjamaah di Masjid jika mendengar adzan
Sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam,
“Barangsiapa yang mendengar azan lalu tidak mendatanginya, maka tidak ada shalat baginya, kecuali bila ada uzur.” [HR. Abu Daud dan Ibnu Majah. dishahihkan oleh Syaikh al-Albani dalam Misykat al-Mashabih: 1077 dan Irwa’ al-Ghalil No. 551]


KELIMA

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam memberikan ancaman kepada laki-laki yang tidak shalat berjamaah di Masjid dengan membakar rumah mereka.
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,
“Shalat yang dirasakan paling berat bagi orang-orang munafik adalah shalat isya dan shalat subuh. Sekiranya mereka mengetahui keutamaannya, niscaya mereka akan mendatanginya sekalipun dengan merangkak. Sungguh aku berkeinginan untuk menyuruh seseorang sehingga shalat didirikan, kemudian kusuruh seseorang mengimami manusia, lalu aku bersama beberapa orang membawa kayu bakar mendatangi suatu kaum yang tidak menghadiri shalat, lantas aku bakar rumah-rumah mereka.”[HR. Al-Bukhari no. 141 dan Muslim No. 651]


KEENAM

Tidak shalat berjamaah di Masjid di anggap “munafik” oleh para sahabat.
Dari Abdullah bin Mas’ud radhiallahu anhu dia berkata:
“Menurut pendapat kami (para sahabat), tidaklah seseorang itu tidak hadir shalat jamaah, melainkan dia seorang munafik yang sudah jelas kemunafikannya. Sungguh dahulu seseorang dari kami harus dipapah di antara dua orang hingga diberdirikan si shaff (barisan) shalat yang ada.”[HR. Muslim No. 654]


KETUJUH

Shalat berjamaah mendapat pahala lebih banyak
Dalam satu riwayat 27 kali lebih banyak
Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,
“Shalat berjamaah itu lebih utama daripada shalat sendirian dengan 27 derajat.”[HR. Bukhari]


KEDELAPAN

Keutamaan shalat berjamaah yang banyak pada waktu isya dan shubuh
Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda
“Barang siapa shalat isya dengan berjamaah, pahalanya seperti shalat setengah malam. Barang siapa shalat isya dan shubuh dengan berjamaah, pahalanya seperti shalat semalam penuh.”[Fathul Bari 2/154—157]


KESEMBILAN

Tidak shalat berjamaah jiwanya akan dikuasai oleh syaithan
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,
“Tidaklah tiga orang di suatu desa atau lembah yang tidak didirikan shalat berjamaah di lingkungan mereka, melainkan setan telah menguasai mereka. Karena itu tetaplah kalian (shalat) berjamaah, karena sesungguhnya srigala itu hanya akan menerkam kambing yang sendirian (jauh dari kawan-kawannya).”[HR. Abu Daud no. 547, An-Nasai No. 838, dan sanadnya dinyatakan hasan oleh An-Nawawi]


KESEPULUH

Amal yang pertama sekali dihisab adalah shalat. Jika baik maka seluruh amal baik dan sebaliknya, apakah kita pilih shalat yang sekedarnya saja atau meraih pahala tinggi dengan shalat berjamaah?
Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,

“Sesungguhnya yang pertama kali akan dihisab dari amal perbuatan manusia pada hari kiamat adalah shalatnya. Rabb kita Jalla wa ‘Azza berfirman kepada para malaikat-Nya -padahal Dia lebih mengetahui, “Periksalah shalat hamba-Ku, sempurnakah atau justru kurang?” Sekiranya sempurna, maka akan dituliskan baginya dengan sempurna, dan jika terdapat kekurangan maka Allah berfirman,

“Periksalah lagi, apakah hamba-Ku memiliki amalan shalat sunnah?” Jikalau terdapat shalat sunnahnya, Allah berfirman, “Sempurnakanlah kekurangan yang ada pada shalat wajib hamba-Ku itu dengan shalat sunnahnya.” Selanjutnya semua amal manusia akan dihisab dengan cara demikian.”[HR. Abu Daud no. 964, At-Tirmizi No. 413 dishahih oleh Al-Albani dalam Shahih Al-Jami’ No. 2571]









Shirat al-Mustaqim

Shirat al-Mustaqim (Arab: الصراط المستقيم, Ash-Shirāthal Mustaqiym) adalah sebuah frasa dalam surat Al Fatihah. Kalimat ini secara harfiah memiliki arti "jalan (yang) lurus". Para ulama ahli tafsir baik dari kalangan sahabat ataupun dari para tabi'ut dan tabi'ut tabi'in, telah banyak memberikan penjelasan tentang arti dari shiratal mustaqim.


Pendapat Para Ulama

Menurut Imam Abu Ja’far bin Juraih ia berkata, “Para ahli tafsir telah sepakat seluruhnya bahwa shiratal mustaqim adalah jalan yang jelas yang tidak ada penyimpangan di dalamnya”.[2]

Sedangkan menurut Imam Ibnul Jauzi menjelaskan bahwa ada empat perkataan ulama tentang makna shiratal mustaqim, diantaranya adalah :

 •   Menurut pendapat Ali bin Abi Thalib adalah kitabullah.
 •   Menurut pendapat Ibnu Mas'ud, Ibnu ‘Abbas, Al-Hasan dan Abul ‘Aliyah adalah agama Islam.
 •   Menurut pendapat Abu Shalih dari sahabat Ibnu ‘Abbas dan Mujahid, adalah jalan petunjuk menuju agama Allah.
 •   Menurut pendapat Ibnu ‘Abbas, adalah jalan (menuju) surga.

Syaikh Abdurrahman bin Nashir As Sa’di mejelaskan: “Shiratal mustaqim adalah jalan yang jelas dan gamblang yang bisa mengantarkan menuju Allah dan surga-Nya, yaitu dengan mengenal kebenaran serta mengamalkannya”. Syaikh Shalih Fauzan hafidzahullah menjelaskan, “Yang dimaksud dengan shirat (jalan) di sini adalah Islam, al Qur’an, dan rasul. Ketiganya dinamakan dengan “jalan” karena mengantarkan kepada Allah. Sedangkan al-mustaqim maknanya jalan yang tidak bengkok, lurus dan jelas yang tidak akan tersesat orang yang melaluinya”.

Perbedaan penjelasan para ulama tentang arti shiratal mustaqim tidaklah saling bertentangan satu dengan yang lainnya, bahkan penjelasan tersebut saling melengkapi. Maka dapat disimpulkan bahwa dari penjelasan di atas shiratal mustaqim adalah agama Islam yang sangat jelas dan gamblang, yang harus diamalkan berdasarkan al-Qur’an dan as-sunnah, sehingga menjadikan keyakinan para muslim akan membuat pelakunya masuk ke dalam surga Allah, dan jalan inil adalah jalan yang ditempuh oleh para nabi dan rasul serta para sahabatnya.







Kisah ini nyata .. dikisahkan sahabat kita, Edo kepada penulis (Yudi).

Penulis pada tahun 1994,masih masa penulisan skripsi tingkat akhir di jurusan Teknologi Industri Pertanian IPB, Bogor. dalam masa penulisan skripsi, ada waktu yang senggang misal saat menunggu hasil koreksian dari dosen pembimbing.

Saya suka jenuh di tempat kostku sehingga sering main ke stasiun kereta api Bogor. Dipinggiran stasiun ada kios kecil yang menjual buku-buku bekas, saya suka nongkrong di sana. mencari buku-buku menarik yang murah meriah.

Didekat stasiun itu ada sebuah mesjid, yaitu Mesjid Agung Bogor. Waktu zuhur tiba, saya langsung menuju ke mesjid Agung tersebut, untuk menunaikan sholat zuhur. Setelah sholat zuhur saya istirahat dulu duduk-duduk dilantai 2 mesjid itu. Disamping saya banyak juga orang lain duduk-duduk, termasuk Edo yang duduk 1 meter dari saya. Edo Menyapa saya, akhirnya kami ngobrol.
Ia (Edo) bercerita : ..

Saya sementara tinggal di mesjid Agung ini sekarang , 2 hari yang lalu saya menjadi muallaf (memeluk agama islam) sebelumnya saya beragama kristen. saya di sini dibimbing oleh pengurus mesjid agung ini dan rencananya saya akan dicarikan pesantren untuk pembimbingan saya.
saya mahasiswa di UKI (Universitas Kristen Indonesia-Jakarta)mengambil jurusan Teologi Nasrani. Keluarga saya termasuk keluarga kuat beragama. Ayah dan Paman saya termasuk pendeta berpengaruh di Manado...



Saya dalam acara-acara kerohanian selalu memimpin koor lagu-lagu kerohanian.
rencananya pada natalan desember 1994. Kelompok kami .. ikut berpartisipasi natalan bersama di senayan ...

Kami berlatih koor sering sampai larut malam, ..
Suatu malam, setelah latihan kami kecapean dan memutuskan untuk tidur di gereja saja. eh .. saya bermimpi .. dimana saya dan banyak manusia dikumpulkan di tempat yang sangat luas dan saya mendengarkan suara, yang belakangan saya mengerti itu adalah suara Azan, dan semua manusia tanpa mengenakan busana ... dalam mimpi itu semua manusia melewati suatu jembatan .. dimana di bawahnya terdapat api yang menyala-nyala.


Saya melihat keluargaku melewati jembatan termasuk saya. Yang pertama adalah Ayahku berjalan melalui jembatan itu akhirnya jatuh ke dalam api, kemudian Ibuku terjatuh juga, Adik dan Kakakku juga terjatuh ... Namun anehnya pada saat gilran saya yang melewati ... tidak terjatuh ... terus saja. dan saya terjaga (bangun dari tidur).

Sejak kejadian itu, saya bertanya-tanya apa maksud dari mimpi itu. Saya bercerita ke teman saya seorang muslim. Ia menjelaskan, bahwa suara itu adalah suara Adzan, jembatan itu adalah sirotol mustaqim dan api neraka yang digambarkan dalam Al Qur'an.
Sejak itu saya melihat lihat buku-buku religi Islam. Akhirnya hidayah itu datang, aku mencoba untuk sholat di tempat kosku.

Suatu hari Ayahku datang dari manado tanpa pemberitahuan terlebih dahulu. Setelah Ayahku masuk kamarku Ia kaget melihat sajadah dikamarku. Ayahku marah," Kamu diam-diam telah berubah Keyakinan dan mempermalukan Bapak sebagai seorang Pendeta".

Akhirnya saya kabur naik kereta api jurusan bogor. sampai di stasiun saya tidak tahu mau ke mana. Setelah saya melihat mesjid Agung saya mencoba mendekat dan duduk-duduk ditaman mesjid itu. Sambil merenung .. dan meyakini bahwa ini adalah hidayah .. akhirnya saya memutuskan untuk menjadi seorang muslim. Saya Bersyahadat di mesjid Agung Bogor.

Itu adalah kisah nyata Edo kepada Penulis (Yudi) .. semoga Saya dan para pembaca tulisan ini bertambah keyakinannya bahwa Akhirat itu, sesuai gambaran Al Qur'an benar-benar ada. Karena yang menyampaikan adalah seorang NON Muslim.









Entri Populer

Total Tayangan Halaman

Diberdayakan oleh Blogger.